Potret Kemiskinan di Kabupaten Natuna, Dua Wanita Lansia Mengais Sampah

Share:

Ranai – Dua orang wanita seusai subuh, seorang nenek dan janda melangkahkan kakinya ke pasar Ranai, ibukota dari Kabupaten Natuna. Tujuan wanita yang sudah lanjut usia (Lansia) ini bukan untuk berbelanja, melainkan mereka menuju sebuah tumpukan sampah yang terletak tidak jauh dari pasar.

Dengan bermodalkan alat seadanya, mereka tiba-tiba mulai mengais tumpukan sampah yang tidak teratur dengan baik atau berserakan begitu saja.  Begitu gigihnya, kedua wanita itu membongkar-bongkar sejengkal demi sejengkal sampah.

Aktivitas itu pun mengundang perhatian masyarakat yang melalui tempat pembuangan sampah dari Pasar Ranai tersebut. Pemandangan miris itu dapat dikatakan tidak pernah mereka jumpai di daerahnya, sebuah kabupaten kecil yang kaya akan hasil lautnya. Karena kaya akan hasil laut itulah, masyarakat Natuna kebanyakan bermata pencaharian nelayan.

Keanehan itulah, membuat bingung Setioyono Asih, salah seorang warga Ranai yang sering melihat pemandangan yang sama setiap pagi hari apabila ia ke Pasar Ranai.

“Pagi tadi sekitar pukul 06.55 WIB, saya ke tempat pembuangan sampah pasar ranai,  melihat pemandangan yang sangat miris, dua orang wanita itu terlihat kembali mengais sampah,” ujarnya saat memposting peristiwa itu dalam akun Facebooknya.

Karena tidak tahu nama kedua wanita itu, Setioyono memanggil Wan (panggilan nenek bagi masyarakat Natuna) terhadap kedua wanita itu. Ia pun bertanya kepada kedua nenek itu sedang mencari apa, karena penasaran.

“Inilah kerja kami, semenjak ditinggal suami, saya rutin ketempat ini cari rejeki. Apapun yang bisa dipakai kami ambil ketemu sendok ambil sendok, inilah nasib kami orang miskin,” begitu jawaban penuh rintihan dari kedua wanita asli Natuna tersebut.

Mendengar jawaban ini, Setioyono yang saat itu ditemani anaknya, menjadi tergunjang dan miris, Natuna yang seharusnya kaya akan hasil buminya, tetapi memiliki warga yang harus menggantungkan nasib dari tumpukan sampah, layaknya sebuah kota besar.

“Melalui potret fakta di atas, apa yang harus dilakukan pemerintah khususnya dinas sosial. Apakah tidak ada perhatian untuk mereka? Mereka adalah masyarakat asli natuna. Semoga berita ini sampai ke pemerintah,” harapan Setioyono menutup postingannya. (Wan)

Inilah Video Miris Dua Orang wanita Mengais Sampas

Potret Kemiskinan di Kabupaten Natuna, Dua Wanita Lansia Mengais Sampah | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya