Puasa dan Peningkatan Rasa Syukur

Share:

Assalamu‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

DR H Suhajar Diantoro, MSi

DR H Suhajar Diantoro, MSi

SEGALA puji bagi Allah SWT. Kita memuji dan bersyukur hanya kepada-Nya, yang masih menganugerahi kita suatu nikmat kesempatan di pertemukan kembali dengan bulan suci RamadanBaca » Peluang Emas di Bulan Ramadan.. Rasulullah SAW, apabila tiba bulan Ramadan, biasanya menyammenyambut dengan ucapan “Marhaban bil Muthohhir“ yang artinya “Selamat datang hai orang yang mensucikan ! “ sehingga para sahabat bertanya “ Siapakah orang yang mensucikan itu ya Rasulullah?“ Beliau menjawab; “ Orang yang mensucikan itu ialah bulan Ramadan.

Dia mensucikan kita dari perbuatan dosa dan maksiat “. Semoga kehadiran Ramadan pada tahun ini akan memberi manfaat yang besar bagi pembinaan iman, amal dan akhlak bagi setiap muslim, mendatangkan keberkahan bagi kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat.Salah satu hikmah penting puasa adalah tumbuhnya rasa syukur. Salah satu ciri utama dari orang yang taqwa adalah selalu bersyukur kepada Allah.

Ibadah puasa mendidik jiwa kita agar pandai bersyukur. Hal itu terutama kita rasakan pada saat berbuka puasa, di mana ketika sehari kita menahan lapar dan haus, lalu pada saat berbuka, hati terasa bahagia walau dengan segelas air putihpun terasa nikmat sekali.

Banyak faktor yang mempengaruhi manusia menjadi bahagia. Ada faktor yang bersifat lahir (material), tapi kebanyakan faktor yang mempengaruhi adalah yang bersifat bathin (spiritual). Dan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan manusia adalah rasa syukur di dalam diri setiap orang. Milikilah rasa syukur agar bisa meraih kebahagiaan. Ada beberapa hal yang seharusnya kita perhatikan, antara lain ;

1. Kemulian Orang Yang Bersyukur.
Allah SWT berfirman dalam surah Luqman ayat 12 yang artinya: Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

Dan firman Allah SWT pada ayat yang lain yakni pada surah Ibrahim ayat 7, artinya: Jika kamu bersyukur, maka pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu, tapi kalau kamu tidak pandai bersyukur, maka ketahuilah sesungguhnya azab Ku sangat pedih.”

Didalam surat Ar-Rahman juga, secara berulang-ulang sampai tiga puluh satu kali, Allah menegaskan, “ Maka nikmat Tuhan kamu yang mana, yang kamu dustakan?”

Semua ini menunjukkan bahwa betapa mulia perbuatan bersyukur dan orang yang selalu bersyukur, dan sebaliknya betapa hina orang yang tidak pernah bersyukur atas berbagai nikmat Allah yang telah diperolehnya. Bahkan orang yang tidak bersyukur kepada Allah, diancam dengan azab yang sangat pedih.

Bersyukur kepada Allah adalah sebuah pengakuan hamba secara tulus disertai sikap penuh pengagungan kepada Allah SWT atas kebaikan-kebaikan atau nikmat Allah yang telah kita peroleh. Dan yang dimaksud dengan nikmat adalah segala kebaikan yang berlebih, yang dulunya kurang atau bahkan tidak ada pada kita. Jadi, setiap kebaikan yang sekarang kita miliki, yang sebelumnya kurang atau tidak ada pada kita, maka itu adalah Nikmat Allah.

Allah SWT berfirman dalam surah Ibrahim ayat 34 , “ Dan dia telah memberikan kepadamu keperluan dari segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghitungnya ”.

2.Setiap Orang Pasti Telah Memperoleh Nikmat Allah.
Ketika Allah dan Rasul memerintahkan kita untuk bersyukur, tidaklah semata-mata ditujukan kepada yang berada, orang yang bergelimang dalam harta berlimpah, orang yang punya jabatan dan kedudukan, akan tetapi perintah bersyukur itu ditujukan kepada setiap manusia tanpa kecuali. Mengapa demikian? Sebab setiap orang pasti telah memperoleh nikmat Allah. Meskipun seseorang yang hidupnya sangat sederhana, pasti ia telah memperoleh banyak nikmat Allah. Karena nikmat Allah bukan semata-mata harta kekayaan. Bisa melihat, mendengar, melangkah, berlari, minum air putih dan sejenisnya seharusnya menjadikan seseorang bersyukur. Kita dikelilingi oleh nikmat yang kadang tidak disadari.

Nabi Muhammad SAW bersabda: Barang siapa yang memasuki waktu pagi dalam keadaan sehat badannya dan aman dirinya, dan ia mempunyai makanan pada hari itu, maka seakan-akan dunia tunduk padanya. Wahai anak Adam, cukuplah bagimu dari dunia, apa yang dapat menghilangkan laparmu dan menutup auratmu.

[pullquote align=”left”] Jika ada rumah yang melindungimu, maka itu lebih baik bagimu. Jika ada hewan yang dapat engkau tunggangi (kendaraan) maka akan lebih baik lagi. Serpihan roti dan air di dalam gelas, dan apa yang lebih dari baju, akan menjadi hisab atas dirimu.” ( HR. Thabrani ). [/pullquote][clear]

Saudaraku, mari kita renungkan, mari kita sadari, betapa sedikitnya rasa syukur kita kepada Allah, padahal kita telah menikmati karuniNya yang begitu banyak.

3.Mensyukuri Nikmat Pembangunan.
Kami ingin mengajak kita semua untuk mensyukuri nikmat pembangunan yang kita laksanakan maupun yang sudah kita capai saat ini dibandingkan, misalnya 10 tahun yang lalu. Pembangunan dan hasil-hasilnya bagi kemajuan seluruh masyarakat adalah nikmat Allah yang patut kita syukuri. Mari bersama-sama kita bertekad untuk Melanjutkan apa-apa yang telah kita lakukan guna membangun Provinsi KepriBaca » Dewan Sahkan APBD 2016 Rp 3.056 Triliun. yang sama-sama kita cintai. Fondasi yang telah dibangun, harus kita teruskan dan kita sempurnakan pembangunannya. Insya’Allah kita berusaha untuk mencapai yang lebih banyak dan lebih baik lagi.

4.Ukurlah Diri Kita Dengan Orang Yang Hidupnya Lebih Prhatin Dari Kita.
Ada satu cara sederhana yang dapat kita lakukan agar membuat diri kita menjadi orang yang pandai bersyukur. Yaitu dengan selalu mengukur diri kita dengan orang yang hidupnya lebih prihatin, lebih susah, lebih menderita dari kita, baik dalam konteks keberadaan kita pribadi, maupun sebagai warga masyarakat.

Sebagai warga masyarakat Provinsi Kepri, kita akan menjadi sangat bersyukur mengalami kemajuan dalam pembangunan dan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Ini semua haruslah kita syukuri.

Demikian pula halnya sebagai pribadi. Jika kita secara sadar memperhatikan keadaan hidup banyak orang yang lebih prihatin dari kita, rumahnya yang lebih sederhana dari rumah kita, penghasilannya lebih kecil dari penghasilan kita, pekerjaan kita lebih baik dari pekerjaannya dan lain-lain, maka kita akan menjadi orang yang sangat bersyukur.

Demikian beberapa hal yang perlu kita perhatikan dan kita lakukan, agar kita termasuk dalam golongan orang-orang yang selalu bersyukur serta senatiasa menghiasi diri dengan perbuatan yang baik dan sebaliknya menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak terpuji seperti iri hati, dengki, sombong, berburuk sangka, gemar menyebarkan fitnah, senang menyakiti hati orang lain dan penyakit hati lainnya.

Sifat-sifat tersebut dapat merusak amal ibadah kita juga dalam kehidupan bermasyarakat luas. Untuk itulah kita senantiasa dituntut agar selalu bersyukur terhadap segala nikmat yang Allah berikan. Sebab rasa syukur inilah merupakan salah satu kunci penting yang membuat kita akan meraih kebahagian dunia dan kebahagian akhirat. Amin.

Akhirnya atas nama Pribadi, keluarga dan jajaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengucapkan “ Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1434 H, Semoga Allah SWT Menerima Amal Ibadah Kita Semua dan mempertemukan kita semua pada bulan Ramadan selanjutnya.

Amin Yaa robbal ‘Alamiin “

Wassalamu‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

[note color=”#a7d9ff”] Penulis adalah Sekretaris Daerah Provinsi Kepri [/note]
Puasa dan Peningkatan Rasa Syukur | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

  • Peluang Emas di Bulan Ramadan
    Thursday, 25-07-2013 | 22:36 WIB #

    Oleh KH Prof Achmad Satori Ismail Abu Hurairah RA berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Segolongan umatku akan masuk surga sebanyak 70...

Baca jugaclose