Publik Malaysia pun Memanas Gara-gara Kangkung

Share:

Malaysia, SuaraKepri.com – Kangkung bisa jadi favorit hampir semua rakyat Indonesia dan Asia, pada umumnya. Sayuran hijau yang tumbuh merambat ini kerap jadi ikon makanan kelas bawah, meskipun sudah banyak diangkat ke resto bergengsi dengan sentuhan berbeda. Tapi barang murahan seperti kangkung justru sedang menjadi isu paling sensitif bagi publik negara tetangga kita, Malaysia.

Isu kangkung di Malaysia bukan hanya menyedot perhatian semua warganya, tapi mampu menarik kantor berita BBC untuk menuliskan artikel khusus tentang sayuran murah itu. Apa pasal?

Bukan karena harganya yang naik. Berawal dari pernyataan Perdana Menteri Najib Razak pada awal bulan Januari yang mengatakan bahwa harga bahan makanan berfluktuasi tapi harga kangkung justru turun.

“Ketika hal ini terjadi, mereka tidak mau memuji pemerintah, tapi kalau harga naik mereka menyalahkan pemerintahIni tidak adil karena ini tergantung pada kondisi cuaca,” kata Najib dalam rekaman video seperti dilansir Kompas.com.

Pernyataan itu memicu keriuhan di media sosial namun lelucon soal kangkung ini sekaligus menimbulkan ketakutan akankemungkinan ketegangan rasial antara mayoritas etnis MelayuBaca » LAM Riau Siap Menggugat, Kepri Melawan Dengan Puisi. dan etnis Cina, seperti dilaporkan wartawanBaca » Ancam Bunuh Wartawan, Oknum Polisi Dicopot dari Jabatannya. BBC Jennifer Pak.

Komentar Najib itu juga dipandang tidak sensitif dengan kondisi rakyat Malaysia yang berjuang menghadapi meningkatnya biayahidup. Dalam beberapa bulan terakhir, Najib memangkas subsidi gula, minyak tanah dan listrik serta mengumumkan bahwa rakyat Malaysia harus membayar pajak konsumsi lebih besar mulai tahun depan.

Reformasi ini dianggap perlu oleh para pakar ekonomi karena Malaysia tidak sanggup membelanjakan miliaran dollar per tahununtuk subsidi demi menjaga agar biaya hidup tetap rendah. Namun sebagian rakyat Malaysia merasa pemangkasan subsidi tidak diperlukan jika pemerintah tidak menghabiskan uang pembayar pajak untuk korupsi dan kesalahan manajemen.

Media online independen pun kerap mempertanyakan pengeluaran Najib dan keluarganya, termasuk penggunaan pesawat jetpemerintah oleh istrinya. Jadi ketika perdana menteri menekankan turunnya harga sayuran yang bukan merupakan makanan pokok, banyak warga Malaysia merasa hal itu tidak melegakan.

Mereka melampiaskan frustrasi mereka dalam poster, puisi, grafis dan video yang menyindir Najib dan pernyataannya soalkangkung. Bahkan kaos bertuliskan “Keep calm and eat kangkung” banyak dijual.

Analis Wan Saiful Wan Jan mengatakan komentar Najib sebenarnya tidak salah karena pemerintah memang kurang mendapatpenghargaan, namun sayuran yang dipilihnya salah.

Kangkung di Malaysia adalah istilah yang merendahkan karena sayuran itu harganya murah dan tumbuh liar di sepanjang tepisungai atau got, kata Wan Saiful.

Profesor Kangkung misalnya, berarti akademisi kelas rendah. Jadi ketika Najib menggunakan istilah kangkung sebagai analogi,

sama saja ia mengundang orang untuk mengejek dirinya, kata Wan Saiful.

Sedangkan sejumlah warga Malaysia mengatakan kepada BBC bahwa polemik kangkung itu “berlebihan.”

Tapi bagaimanapun, kasus ini bisa jadi pelajaran berharga bagi para pejabat untuk tidak menyepelekan hal biasa macam kangkung. Alih-alih memberikan penjelasan pada publik, eh malah balik kembali dikritik.

Publik Malaysia pun Memanas Gara-gara Kangkung | Redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose