Pulau Penyengat Dideklarasikan Menjadi Warisan Dunia

0
824

Tanjungpinang, SuaraKepri.com – Provinsi Kepri akhirnya secara resmi mendeklarasikan Pulau Penyengat sebagai warisan peradaban dunia dan Bahasa Melayu sebagai dasar dari lahirnya bahasa Indonesia. Deklarasi ini sendiri dilakukan dan dibacakan oleh Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri Abdul Razak, di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, pada hari Jumat, 6 Januari, seusai sholat Jumat.

Dalam Deklarasi tersebut, Ketua LAM Kepri, Abdul Razak menyatakan bahwa Pulau Penyengat merupakan pusat dari kerajaan peradaban bangsa melayu yang kini masih ada. “Melayu dapat kita katakan sebagai bangsa yang besar dahulunya, dengan banyaknya negara di dunia yang memiliki kebudayaan melayu yang sama seperti Pulau Penyengat pusat pemerintahan Kerajaan Riau Lingga terdahulu,” ujarnya ketika membacakan deklarasi.

Selain itu Razak juga menjelaskan bahwa bahasa Melayu Riau Lingga juga pernah digunakan sebagai bahasa pengantar atau penghubung pada penjajahan Hinda Belanda terdahulu.

“Bahasa melayu inilah yang digunakan mereka sebagai bahasa penghubung pada tahun 1489 saat menjajah Nusantara, negeri yang kita cintai ini,” tegasnya.

Selain itu, bagi Razak masih banyak lagi yang mendasari deklarasi tersebut dilakukan. “Kita berharap dengan adanya deklarasi ini, bahasa melayu yang kita cintai ini dapat diakui oleh pemerintah pusat sebagai dasar dari bahasa Indonesia. Dan Pulau Penyengat bias diperjuangkan bersama menjadi warisan dunia oleh PBB melalui badan Unesconya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekda Kepri, Robert Iwan Loriux yang mewakili Gubernur Kepri dan wakil Gubernur Kepri mengatakan bahwa deklarasi ini sangat penting bagi Pemerintah Provinsi Kepri.

“Karena beliau turut menghadiri kunjungan Wapres di Batam, maka beliau meminta kepada saya untuk mewakili beliau berdua. Bagi beliau berdua, bahwa momen ini merupakan tongkak sejarah bukan hanya bagi pemerintah, melainkan masyarakat Kepri khususnya Pulau Penyengat,” ujar Robert.

Selain itu, lanjut Robert, Pulau Penyengat merupakan destinasi yang cukup bersejarah bagi masyarakat Kepri. “Karena belum lama ini, Pulau Penyengat telah ditetapkan melalui Kementerian Pariwisata sebagai destinasi unggulan pariwisata nasional,” paparnya.

Untuk mendapatkan pengakuan dari Kementerian Pariwisata tersebut, tegas Robert, Pemprov Kepri tidak mudah meraihnya.

“Harus kita akui bahwa ada sebuah istana di Pulau Penyengat ini yang mirip dengan istana di Singapora. Ini menandakan bahwa Pulau Penyengat juga memiliki hubungan dan ikatan yang erat dari beberapa Negara dari sejarah yang ada,” tambah Robert.

Lanjut Robert, saat ini ada lagi hal penting yang harus dilakukan, yakni saat ini ada tulisan di kertas dan buku yang ada di sebuah Perpusatakaan di Penyengat perlu perhatian khusus.

“Tulisan itukurang terawat dan hamper rusak , hal inilah yang harus kita lakukan untuk memelihara tulisan tersebut. Karena di tulisan itu masih banyak sejarah yang dapat kita gali untuk dielajari,” ungkapnya.

Deklarasi inipun akhirnya ditandai dengan penanda tanganan bersama yang dilakukan oleh Ketua LAM Kepri Abdul Razak, Ketua Dewan Pers Bagir Manan, dan Ketua Umum PWI pusat Margiono. Setelah ditanda tangani, Prasasti Deklarasi tersebut diserahkan kepada Pemprov Kepri yang diwakil Sekda Kepri Robert Iwan Loriux. Selanjutnya deklarasi ini akan dibawa kepada Pemerintah Pusat agar dapat disetujui.

[sk]

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here