Sampah Menumpuk di Sudut Kota Batam, Rudi Kecewa

Share:

BATAM, SuaraKepri.com – Wakil Walikota Batam, H. RudiBaca » Rudi Dan Amsakar Hari Ini Dilantik Oleh Gubernur Kepri. didampingi Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Batam, Yumasnur meninjau drainaseBaca » Anak Usia 5 Tahun Jatuh Dan Hanyut Derasnya Air Parit. yang tersumbat di kawasan blok 6 Baloi kecamatan Lubuk Baja, Selasa (18/3). Drainase yang ditutup permanen oleh pemilik ruko di sepanjang JalanBaca » JALAN MENUJU KE KERANDIN DAN KE PEPAKE AKAN SELESAI TAHUN INI. Pembangunan dari Simpang Vihara Windsor hingga depan Hotel 89 Penuin, mengakibatnya air menggenang di jalan karena drainase tidak dapat berfungsi dengan baik.

Melihat drainase yang tersumbat, Dinas PUBaca » Dinas PU Kota Tanjungpinang Perbaiki 17 Jalan. Kota Batam melakukan normalisasi saluran dengan cara membongkar drainase yang sudah ditutup beton cor oleh warga untuk dilakukan pembersihan dan pengerukan pasir lumpur yang mengakibatkan pendangkalan saluran.

“Drainase tersumbat karena ditutup permanen oleh pemilik bangunan. Sehingga hujan lebat, air tergenang di jalan dan menjadi banjirBaca » Seram, Pasutri Dan Tiga Balita Terjebak Dalam Mobil.,” ujar Rudi usai meninjau aliran sungai yang dipenuhi tumpukan sampahBaca » Menjelang Penilaian Akhir Adipura, Sampah Banyak Menumpuk di Sudut Kota . di samping Hotel 89 Penuin.

Drainase yang ditutup permanen akan dibongkar petugas Dinas PU untuk bisa dibersihkan. Nantinya drainase yang dibongkar dapat diganti oleh pemilik bangunan dengan model besi penutup (gril) sehingga gampang dibersihkan jika drainase tersumbat.

“Dinas PU hanya membongkar dan membersihkan drainase yang tersumbat. Tidak ada biaya ganti rugi, dan pemilik bangunan dipersilakan membangun kembali drainase dengan model penutup besi (gril) pada saluran masing-masing,” jelas Rudi.

Rudi menambahkan dirinya merasa prihatin dengan tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Dengan terjadinya penyumbatan drainase ini mengakibatkan air meluap ke badan jalan dan dapat mengakibatkan aspal menjadi rusak.

“membuat jalan dan perawatan itu mahal. Biaya pembangunannya untuk aspal permeter saja tidak murah,” tegas Rudi.

Untuk itu dirinya meminta kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekitar tempat tinggal maupun tempat usaha agar menjadikan Kota Batam menjadi Kota yang bersih dan nyaman untuk tempat tinggal maupun berinvestasi.

Sampah Menumpuk di Sudut Kota Batam, Rudi Kecewa | Redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose