Sani Tidak Terpengaruh Dengan Disahkannya UU Pilkada Melalui DPRD

Share:

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Dengan disahkannya Undang-undang pemilihan kepala daerah (UU Pilkada) melalui DPRD, Gubernur Kepri HM Sani merasa tidak dipersulit dan terganggu. Dia tetap optimis masih bisa mempunyai kans politik untuk melaju Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2015 mendatang.

“Saya merasa tidak dipersulit dengan UU Pilkada ini. Saya biasa-biasa saja kok,” ungkap Sani, Jumat (26/9) sore.

Sani sendiri mengaku belum mendengar pengesahan UU Pilkada.

“Toh jika UU tersebut sudah disahkan pun, dia masih menolak memberikan komentar. Dia berjanji baru akan mengungkapkan arah politiknya setelah mempelajari segala sesuatu seputar UU tersebut,” ujarnya.

Bagi Sani, itu masih berada dalam bentuk peraturan perundang-undangan. Persisnya seperti apa kita belum tahu. Semuanya bertolak dari peraturan perundang-undangan yang ada.

“Nanti saya baca dan pelajari dulu, baru saya beri komentar kepada media,” janji Sani.

Sani sendiri mengatakan UU Pilkada itu tidak tidak terlalu mempengaruhi dirinya untuk maju lagi dalam perhelatan Pilgub nanti. Dia bahkan mengungkapkan pernah sukses dalam sebuah Pilkada sewaktu di Karimun dengan pemilihan tidak langsung seperti yang akan terjadi saat ini.

“Tak ada yang berat bagi saya. Saya sudah alami pemilihan tidak langsung sewaktu di Karimun. Kala itu, saya tidak ada perahu politik. Setelah itu kita jelaskan program kita. Kami ada 5 calon lalu, kemudian dikerucutkan jadi 2 calon. Saya tidak alami kesulitan. Setelah itu ketika calon gubernur juga saya ikut pemilihan langsung. Tidak ada kesulitan, baik pemilihan langsung maupun tidak langsung. Saya siap saja,” jawab Sani dengan yakin.

Dari dulu hingga saat ini, Sani merupakan kader Partai Golongan Karya (Golkar). Dia sendiri pun membenarkan statusnya sebagai kader partai dengan lambang pohon beringin itu. Namun, dia berusaha untuk dekat dengan semua partai ketika menjabat sebagai Gubernur Kepri tanpa memberikan perhatian khusus pada partai politik (Parpol) tertentu.

“Saya ini orang kerja. Saya bukan mau cari jabatan. Makanya saya tidak mau fokus hanya pada Parpol tertentu saja. Prinsip saya adalah kerja, kerja dan kerja. Dengan itu, jabatan mengalir dengan sendirinya. Kalau tak dipilih pun tidak apa-apa,” ungkap Sani sambil mengharapkan agar UU Pilkada itu dijalankan dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku tapi tetap diperhatikan nilai kebersamaan.

Sani Tidak Terpengaruh Dengan Disahkannya UU Pilkada Melalui DPRD | Redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya