Satu Jam Tertahan di Kapal, Penumpang Mengamuk

Share:

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Hampir satu jam para penumpangBaca » Dua Minggu Ramadhan, Roro Disesaki Penumpang. dari Stulang Laut, Johor, Malaysia tertahan di kapal Telaga Expres pada hari Selasa malam (25/2). Tertahannya para penumpang ini diakibatkan matinya listrik PLNBaca » Listrik Mati, Anak Yatim Pada Teriak Histeris di Gedung Daerah. di PelabuhanBaca » Hindari Musibah Trasportasi Laut, Natuna Terus Bangun Pelabuhan. Internasional Sri BintanBaca » Salam Manis Dari Kepulauan Riau Oleh Bupati Bintan Apri Sujadi, Langsung Dari TVRI Jakarta. Pura pada pukul 18.30 Wib. Sehingga peralatan yang sering digunakan petugas Imigrasi, Bea CukaiBaca » Bea Cukai Tanjungpinang Amakan 1.048 Slop Rokok. dan Karantina tidak berfungsi.

Pada saat itu juga, para petugas yang ada baik dari Imigrasi, Bea Cukai, KPLP dan KPP belum membenarkan para penumpang untuk beranjak dari kapal. Karena para penumpang harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu dari para petugas sesuai dengan standart pemeriksaan seperti biasanya.

Akibat tertahan di kapal hampir satu jam, para penumpang yang terdiri dari berbagai warga negara itu mulai resah dan mencak-mencak di kapal. Para petugas menjadi kalang kabut akibat listrik dari PLN TanjungpinangBaca » Liciknya PLN, Pelanggan Bisnis Kembali Dialihkan Ke Pelanggan Rumah Tangga. belum juga hidup. Disaat bersamaan, tenaga listrik pengganti seperti genset belum tersedia di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura tersebut.

Salah satu penumpang saat itu, sempat komplain dan bertengkar dengan petugas. “Nak kalian jadikan apa kami di kapal ini, bagaimana pelayanan yang kalian lakukan ini. Tampaknya pelabuhan ini belum siap jadi pelabuhan Internasional,” ucap penumpang yang mengaku warga negara Malaysia.

Terpaksa para petugas memperbolehkan menunggu diluar kapal dan tetap tidak memperbolehkan melalui pintu masuk ke areal pelabuhan internasional tersebut. (Akok)

Satu Jam Tertahan di Kapal, Penumpang Mengamuk | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose