Satu Jam Tertahan di Kapal, Penumpang Mengamuk

0
760
Inilah salah satu alat yang digunakan untuk memeriksa barang bawaan penumpang tidak dapat difungsikan karena listrik mati.

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Hampir satu jam para penumpang dari Stulang Laut, Johor, Malaysia tertahan di kapal Telaga Expres pada hari Selasa malam (25/2). Tertahannya para penumpang ini diakibatkan matinya listrik PLN di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura pada pukul 18.30 Wib. Sehingga peralatan yang sering digunakan petugas Imigrasi, Bea Cukai dan Karantina tidak berfungsi.

Pada saat itu juga, para petugas yang ada baik dari Imigrasi, Bea Cukai, KPLP dan KPP belum membenarkan para penumpang untuk beranjak dari kapal. Karena para penumpang harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu dari para petugas sesuai dengan standart pemeriksaan seperti biasanya.

Akibat tertahan di kapal hampir satu jam, para penumpang yang terdiri dari berbagai warga negara itu mulai resah dan mencak-mencak di kapal. Para petugas menjadi kalang kabut akibat listrik dari PLN Tanjungpinang belum juga hidup. Disaat bersamaan, tenaga listrik pengganti seperti genset belum tersedia di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura tersebut.

Salah satu penumpang saat itu, sempat komplain dan bertengkar dengan petugas. “Nak kalian jadikan apa kami di kapal ini, bagaimana pelayanan yang kalian lakukan ini. Tampaknya pelabuhan ini belum siap jadi pelabuhan Internasional,” ucap penumpang yang mengaku warga negara Malaysia.

Terpaksa para petugas memperbolehkan menunggu diluar kapal dan tetap tidak memperbolehkan melalui pintu masuk ke areal pelabuhan internasional tersebut. (Akok)

[sk]

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here