Sebelum Tewas, Bernadus Sempat Minta Dimasakkan Indomie

0
943 views
Para ibu teman-teman korban dan Harris, awak media online SuaraKepri.com saat melayat ke rumah, Bernadus, bocah yang tewas tenggelam. | Akok
Pedro saat mendapatkan perawatan. | Akok
Pedro saat mendapatkan perawatan. | Akok

TANJUNGPINANG , SuaraKepri.com – Bernade Tupoi, ibunda dari Bernadus Bida, siswa Sekolah Dasar (SD) yang menjadi korban tenggelam di Rimba Jaya, Jumat sore (14/3) shock ketika melihat anaknya tewas seketika. Bernadus sendiri tewas ditempat kejadian perkara (TKP).

Menurut Bernade, ibunda korban sebelumnya, anaknya itu pulang sekolah meminta masak mie kepada dirinya sekitar jam 02.00 Wib siang. “Seusai makan mie ia pergi keluar tanpa meminta izin kepada saya,” ceritanya.

Bernade pun tidak tahu almarhum anaknya mau pergi kemana, karena dirinya pun tahu selama ini Bernadus tidak pernah bermain jauh. “Saya tidak begitu hiraukan, karena saya tahu anaknya selama ini bermain nggak pernah jauh,” ujarnya sambil menangis.

Ketika itu Bernadus Bida, bocah berusia 6 tahun itu pergi berenang ke Rimba Jaya bersama empat sahabatnya.

“Awalnya kami ingin mencari kerang pada saat itu. Tetapi kawan saya ngajak berenang, lalu kami pergi berenang tanpa disadari kami sudah jauh,” lanjut Reyhan teman almarhum satu SD 001 Bukit Bestari.

Pada saat kejadian untung saja ada yang menolong korban, tapi sayang sekali nyawa Bernadus tidak tertolong lagi. Ia menghembuskan nafas terakhirnya di tempat kejadian perkara (TKP), setelah diberi pertolongan pertama (nafas buatan) oleh beberapa warga yang saat itu ada di TKP.

Ibunda korban yang dijumpai oleh SuaraKepri.com di rumah duka Jalan Pompa Air, tidak bias lagi menahan rasa harunya. “Dengan adanya anak bungsu saya yang menjadi korban tenggelam ini, jagalah sebaik mungkin anak kita. Jangan sampai dibiarkan anak kita berkeliaran jauh-jauh tanpa ada pengawasan orangtua nya,” pesannya.

Sementara itu, Pedro sahabat dari korban tewas, kini kritis di RSUD Tanjungpinang dan sedang dalam perawatan. Pedro masih sempat diselamatkan oleh warga, karena Pedro juga saat ditolong dalam kondisi parah.

Menurut Maria, ibunda Pedro, ia pun tidak mengetahui bahwa anaknya berenang dan pergi ke Rimba Jaya. “Tiba-tiba saja saya dapat informasi bahwa anak saya di rumah sakit, saya pun terkejut mendengar kejadian ini,” ujarnya saat itu juga langsung segera ke RSUD Tanjungpinang.

Selain Pedro, sahabatnya yang bernama Reyhan, Andreas dan Siyoni sama-sama sekolah di SD 001 Bukit Bestari. Mereka tidak dibawa ke rumah sakit karena tidak apa-apa. “Ia tidak ada luka dan tetapi trauma berat karena sahabatnya tewas,”ungkap ibundanya Reyhan ketika dijumpai di rumah duka.(Akok)

[sk]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here