Sidang Perdana, Edy Rustandi Dibela 24 Pengacara

Share:

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Edy Rustandi, SH MH pimpinan LBH Indra Sakti menjalankan sidang pertama dalam kasus pemalsuan surat tanah pada hari Selasa(17/12), di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Pada agenda sidang ini, para tim penasehat hukum Edy Rustandi sebanyak 24 orang menyampaikan eksepsi pembelaan. Sidang tersebut dipimpin ketua hakim oleh Fathul Mujib, SH MH didampingi hakim Iwan irawan, SH dan Eryusman, SH MH. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah Abdulraham, SH dan Rudi Sagala, SH.

Edy tampak begitu lesu dan murung di kursi pesakitan saat rekan-rekannya sesama anggota Persatuan Advokasi Indonesia (Pradi) yang berasal dari Batam dan Tanjungpinang mendampinginya. Para tim pembela dan penasehat hukum Edy Rustandi secara bergantian membacakan eksepsi pembelaannya.

Para tim penasehat hukum Edy Rustandi meminta kepada majelis hakim untuk membatalkan dakwaan Edy karena beralasan bahwa kasus tersebut telah kadaluarsa dan merupakan kasus perdata. Setelah menyampaikan eksepsi pembelaannya, majelis hakim pun akhirnya menunda sidang tersebut pekan depan.

Koordinator tim penasehat hukum, Iwan Kurniawan, SH MH mengatakan kepada sejumlah wartawan seusai sidang bahwa permintaan pembatalan dakwaan itu sangat beralasan. “Kasus ini sebenarnya telah kadaluarsa dan merupakan kasus perdata yang pernah diproses. Ada 5 opsi alasan pembatalan dakwaan terhadap Edy ini,” ujarnya.

Banyaknya jumlah tim penasehat hukum Edy, Iwan menjelaskan bahwa ada kode etik sesama anggota Pradi, diwajibkan para anggota untuk membela salah satu anggota Pradi bila mengalami masalah atau kasus. “Tim penasehat hukum beliau berasal dari para pengacara yang berdomisili di Batam dan Tanjungpinang,” paparnya.

Para tim penasehat hukum berharap agar agenda sidang berikutnya hakim bisa menerima eksepsi pembelaan dan menggugurkan dakwaan yang kini membelit Edy. “Harapan kami, semoga eksepsi kami ini dapat diterima oleh hakim dan membatalkan dakwaannya,” ungkapnya.

Sidang Perdana, Edy Rustandi Dibela 24 Pengacara | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya