Suara Rakyat Terhadap Kebijakan Parkir

Share:

Simangunsong, Juru Parkir Depan Hotel Furia

Simangunsong, Jukir Jl. Merdeka

Simangunsong, Jukir Jl. Merdeka

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Dengan adanya kebijakan tertib lalu lintas dan perparkiran ini, Simangunsong, salah satu juru parkir di depan Hotel Furia, mengakui bahwa pendapatannya berkurang. Biasanya ia bisa mendapatkan bersih Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu perhari, kini hanya Rp 30 ribu perhari, belum lagi dipotong dengan setoran Rp 20 ribu rupiah.

Ia setuju saja dengan adanya peraturan tersebut, tetapi ia juga mengharapkan adanya kebijakan pemerintah terhadap penghasilannya. “Setelah adanya peraturan ini, parkir menjadi teratur dan lalu lintas berjalan lancar,” ujarnya ketika diwawancarai wartawan pada hari Kamis (9/1).

Simangunsong berharap semoga dengan adanya pemberlakuan tarif parkir berdasarkan waktu (timer), pendapatanya kembali seperti semula bahkan meningkat. “Kami memohon agar kebijakan parkir dengan tarif waktu dapat segera diberlakukan dalam waktu dekat,” pintanya.

Ia juga bersama rekan lainnya meminta agar asuransi kesehatanBaca » Empat Bidan Kesal Tidak Digaji Dua Bulan Oleh Puskesmas Melayu Kota Piring. para jukir (juru parkir) dapat diperhatikan pemerintah. “Satu lagi, kami juga berharap pemerintah memberikan asuransi kesehatan kepada kami. Karena selama ini kami bekerja dari pagi hingga malam hari, baik panas maupun hujan,” harapnya.

Edy, Buruh dan Supir Pengantar Barang

Sementara itu Edy, buruh sekaligus supir pengantar barang di salah satu perusahaan swasta, mengaku cukup kesulitan dalam mengantar barang dengan adanya peraturan parkir baru ini. Ia kebingungan untuk memarkirkan mobil pick-upnya, saat akan mengantar pemilik barang di pertokoan areal pasar.

Edy pun berinisiatif untuk bongkar barang di areal yang sudah disediakan pemerintah melalui DishubBaca » Mobil Pribadi Wako Tanjungpinang, Parkir di Zona Larangan.. Selanjutnya, menggunakan jasa angkut becak untuk mengantar barang ke toko tujuan.

“Tetapi permasalahannya, pihak perusahaan tidak menyediakan biaya becak setelah kami klaim. Mereka tidak mau tahu, barang yang ada harus sampai pada tujuan. Tidak mungkin kami mengorek kocek dengan uang kami, padahal gaji kami kecil,” ujarnya.

Untuk itu, Edy berharap kepada pemerintah agar dapat memberikan pengertian dan pemberitahuan kepada perusahaan agar tidak mengorbankan para buruh maupun supir. “Jadi dengan adanya ketegasan ini kepada perusahaan, perusahaan dapat menambahkan biaya dalam pengantaran barang di areal pasar,” harapnya.

Edy pun sangat setuju dengan adanya kebijakan yang dibelakukan pemerintah ini. “Biasanya kami selalu menghadapi kemacetan saat menuju ke areal bongkar muat di pelantar 2 dan sebelah City Walk, kini lancar dan tidak memakan waktu lama,” tutupnya.

Suara Rakyat Terhadap Kebijakan Parkir | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose