Syahrial : Kita Ajukan Pengembangan Museum Sultan Badrul Alamsyah Ke DPR RI

0
14

Jakarta, SuaraKepri – Untuk mendapatkan anggaran pendukung untuk pengembangan Museum Sultan Badrul Alamsyah milik Kota Tanjungpinang, beberapa anggota DPRD Kota Tanjungpinang menemui DPR RI di Jakarta.

Hal ini mereka lakukan, dalam rangka mendukung niat dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang.

Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Muhammad Syahrial, SE mengatakan usaha ini dalam bentuk melaksanakan program pengembangan Museum Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah agar menjadi lebih lengkap koleksinya dan semakin menarik penampilannya.

“Sehingga bisa semakin menarik masyarakat maupun wisatawan untuk berkunjung, maka kami dari anggota DPRD Kota Tanjungpinnang khususnya Komisi II, yang diwakili saya dan Hasan serta Anggota Komisi I, Hendy Amerta menginisiasi pertemuan penyampaian rencana tersebut ke anggota DPR-RI Dapil Kepri,” ujar Iyai, sapaan pria yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tanjungpinang, pada hari Kamis (8/03).

Iyai juga menjelaskan, mereka juga mengikutsertakan sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang, Raja Kholidin.

“Alhamdulillah, kami diterima degan baik oleh Siti Sarwendah, salah satu dari 3 anggota DPR RI dapil Kepri di ruang rapat Fraksi PAN DPR RI,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, terangnya, Siti Sarwendah menyarankan agar Pemko Tanjungpinang segera melayangkan surat ke komisi 5 DPR RI yang membidangi infrastruktur guna meminta Rapat Dengar Pendapat mengekpose usulan pengembangan museum tersebut.

“Tujuannya agar usulan tersebut dapat diakomodir pada RAPBN 2019, mengingat keterbatasan APBD Kota Tanjungpinang. Adapun anggaran yg diusulkan sebesar Rp 6 Milliar,” tambahnya.

Pada kesempatan itu juga dipaparkan bahwa keberadaan Museum tersebeut bukan saja untuk kepentingan daerah, tetapi merupakan kepentingan dan aset daerah.

“Mengingat kota Tanjungpinang, khususnya Pulau Penyengat adalah tempat bahasa Indonesia berasal sehingga keberadaan museum tersebut sangat relevan dalam mengumpulkan, menginventarisir serta memelihara dokumen yang menyangkut perjalanan sejarah bangsa Indonesia khususnya bahasa persatuan kita,” ungkapnya.

Penulis : Pian

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here