Tak Melapor, Sosialisasi Tatap Muka Dianggap Pelanggaran

0
850 views
Baharuddin, Anggota Panwaslu Tanjungpinang. | Istimewa

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Pantia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tanjungpinang memperingati partai politik (parpol) maupun caleg untuk mentaati peraturan yang ada. Hal ini terkait banyaknya pelanggaran seperti pertemuan tatap muka yang mengarah kepada kampanye terselubung.

Menurut Komisioner Panwaslu Tanjungpinang, Baharuddin, SE, MM, dalam kegiatan kampanye parpol agar memperhatikan ketentuan sebagaimana diatur dalam peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2013 yang sudah diubah dengan peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013.

“Itu ada batasan jumlah peserta. Harus diperhatikan betul. Jangan sampai niat untuk berkampanye tetapi kurang memperhatikan aturan akhirnya menjadi pelanggaran,” kata Baharuddin kepada SuaraKepri.com pada hari Rabu (15/1).

Dijelaskannya, untuk pertemuan terbatas hanya dapat dilaksanakan di dalam ruangan atau gedung yang bersifat tertutup. Jumlah pesertanya tidak boleh melampaui kapasitas ruangan dan itu pun wajib dilaporkan dalam bentuk surat kepada Panwaslu seminggu sebelum kegiatan.

Baharuddin mengatakan, parpol sejak lama sudah dapat menggelar pertemuan tatap muka baik di dalam ruangan maupun diluar ruangan. Pertemuan tatap muka yang sifatnya di dalam ruangan, jumlah pesertanya maksimal 250 orang.

“Untuk pertemuan tatap muka diluar ruangan dapat dilakukan dalam bentuk kunjungan pasar, tempat tinggal warga, komunitas warga atau tempat umum lainnya,” ujarnya.

Bahkan Baharuddin mengakui bahwa ada beberapa parpol disertai calegnya melakukan kegiatan tatap muka tanpa diketahui pihaknya. Belum lama ini partai Hanura dan Demokrat telah melakukan kegiatan tatap muka di kecamatan Bukit Bestari.

“Kalau partai Hanura berdasarkan keterangannya Pak Azhar (red) mereka sebenarnya melakukan tatap muka di salah satu rumah warga. Tetapi karena alasan tertentu acara di Tanjung Unggat itu dipindahkan ke lapangan,” jelasnya.

Lanjutnya, pihak Partai Hanura telah melaporkan ke pihak Panwas kecamatan secara lisan dan tidak ada laporan lanjutan kepada Panwaslu Tanjungpinang.

“Untuk itu kami meminta kepada pihak Panwas Kecamatan agar parpol Hanura membuat laporan secara tertulis besok (hari ini), bila tidak ada akan kami anggap sebagai pelanggaran,” pungkasnya. (Akok)

[sk]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here