Tamadun Melayu Sebagai Ajang Promosi Kepri

Share:

Topik Terkait

Advertisement
Pemprov Kepri
Gubernur Kepri HM Sani dan Menko Kesra Agung Laksono, saat berbincang tentang Tamadun Melayu I.

Gubernur Kepri HM Sani dan Menko Kesra Agung Laksono, saat berbincang tentang Tamadun Melayu I.

Jelang Tamadun Melayu I, Gubernur Kepri Temui Menko Kesra

Tanjungpinang, SuaraKepri.com – Kemarin (2/9), Sani memang datang menemui Agung di ruang kerjanya di Kantor Kementerian Kesejahteraan Rakyat, Jakarta, Senin (2/9). Kedatangan Sani didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Guntur Sakti dan Kepala Dinas Kebudayaan, Arifin Nasir. Di ruang kerjanya, Agung didampingi Sesmenko Kesra, Sugihartamo dan Dr Haswan Yunaz, selaku Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga.

Usai Sani memaparkan rencana Tamadun Melayu I, Agung mengakui cukup mengapreasiasi dan menyambut baik perhelatan tersebut. Ia menanyakan negara-negara mana saja yang hadir? Sani pun menjelaskan bahwa ada tiga negara yang sudah memastikan untuk hadir. Yaitu, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Sedangkan kontingen dari Malaysia di antaranya ada dari Perlis, Kedah, Johor, Melaka, Kelantan, dan Pulau Pinang Malaysia.

Agung berjanji akan menindaklanjuti pertemuannya dengan Sani dan melaporkannya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kepada Haswan, Agung juga meminta dibuatkan laporan secara resmi untuk dibawa kepada Presiden SBY.

Sebelumnya Sani menceritakan bahwa perhelatan Tamadun Melayu I 2013 diselenggarakan serangkaian dengan peringatan Hari Jadi ke-11 Provinsi Kepri, yang akan digelar 27-29 September. Tamadun akan diisi berbagai kegiatan seperti pementasan seni kebudayaan dari berbagai negara, pameran naskah, dan manuskrip Melayu kuno Kerajaan Riau Lingga. Dari dalam negeri, sejauh ini sudah 16 provinsi yang akan hadir.

Menurut Sani, perhelatan ini untuk menyajikan, memaparkan dan memperkenalkan kebesaran sejarah dan tamadun alam Melayu yang tersebar di seluruh penjuru tanah air dan dunia.

”Juga untuk mempromosikan Provinsi Kepri sebagai pusat Tamadun Melayu dan daerah tujuan wisata dunia internasional,” ujarnya.

Aksi Protes Bergulir
Dalam pada itu, soal digelarnya hajatan Tamadun Melayu I yang juga disejalankan dengan pemberian gelar buat Presiden SBY ini, mulai menuai protes. Kemarin, sejumlah kalangan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Geram) Kepulauan Riau melakukan aksi di dua titik di Ocean Corner, Tepi Laut, dan gedung pertemuan Lembaga Adat Melayu (LAM) depan Gedung Perpustakaan dan Arsip daerah Kota Tanjungpinang. Tuntutan mahasiswa tersebut mempertanyakan pantaskah Presiden RI, SBY menerima anugerah melayu, “Sri Perdana Mahkota Negara,”.

Aksi damai juga dihadiri berbagai perwakilan organisasi mahasiswa di Kota Tanjungpinang, seperti PMII, GAM, serta kalangan Mahasiswa UMRAH Kota Tanjungpinang. Dalam aksi damai tersebut pendemo meminta tanggapan langsung terhadap LAM.

“Menurut kami sebagai Lembaga Adat Melayu, tidak ada salahnya anugerah Sri Perdana Mahkota Negara tersebut, diberikan kepada Bapak Presiden, selagi itu memang pantas diberikan. Selama ini kami menilai SBY sudah banyak berjasa dalam kepemimpinannya, jadi pantas jika seandainya kami memberikan anugrah Melayu itu saat presiden tiba di Provinsi Kepri ini,’’ jelas Ketua LAM Kepri, Abdul Razak.

Sebelumnya, aksi ini sempat memanas. Hal ini saat salah satu pengurus LAM memakai baju PNS, memaksa para pendemo masuk ke dalam Kantor LAM untuk diajak berdiskusi atau menyampaikan aspirasinya bersama dengan Ketua LAM Kepri Abdul Razak dan Pengurus LAM Kepri lainnya, yang sudah menunggu di Kantor LAM Kepri.

“Masuk, masuk, masuk nggak, sampaikan aspirasi di kantor, jangan di pinggir jalan,” kata pengurus LAM yang masih berpakaian PNS.Namun ajakan ini malah dicueki para pendemo. Malah sempat salah satu pendemo ditarik untuk masuk.

”Tarik saja suruh masuk satu,” tegas pengurus LAM berpakaian PNS yang terbawa emosi.

Pendemo menyatakan menolak pemberian gelar SBY, karena menilai SBY bukan orang melayu.

Tamadun Melayu Sebagai Ajang Promosi Kepri | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya