Tanjung Uma, Kampung Tua Tertua di Kota Batam

Share:
Perkampungan Tanjung Uma | foto.Budiphotografi

Perkampungan Tanjung Uma | foto.Budiphotografi

BATAM, SuaraKepri.com- Untuk kita ketahui salah satu wilayah di Kampung Tua yang paling tertua di Batam  bernama Tanjung Uma. Tentunya nama wilayah ini tidak asing lagi bagi sebahagian besar masyarakat Pulau Batam, sebab Tanjung Uma ini sangat terkenal di Seantro Pulau Batam sebagai kampung nelayan tertua di Pulau Batam, bahkan merupakan kampung yang tertua diantara kampung-kampung yang lainnya dan telah berdiri sebelum adanya pembangunan-pembangunan pada sektor industri dan perdagangan di Pulau Batam dan sekitarnya.

 

Tanjung Uma ini adalah sebuah kelurahan yang terletak di Kecamatan Batam Barat, Provinsi Kepulauan Riau dengan jumlah penduduk yang cukup besar sekitar 12 – 14 ribuan jiwa dan terdiri dari berbagai macam etnis yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia seperti etnis Melayu yang merupakan etnis penduduk asli Kepulauan Riau, etnis Jawa yang berasal dari Pulau Jawa, etnis Batak yang berasal dari Sumatera Utara, etnis Minang dari Sumatera Barat, etnis Bugis dari Sulawesi, dan beberapa etnis lainnya yang mendominasi di kelurahan Tanjung Uma ini.

 

Nilai-nilai sejarah dan budaya pun masih terkandung di kawasan perkampungan tertua ini. Ya, Tanjung Uma terkenal dengan tutur bahas Melayu Asli yang digunakan oleh etnis Melayu yang mendiami kawasan ini, tutur bahasa Melayu tersebut sangat khas Melayu tempo dahulu. Bahkan untuk menyapa para wisatawan yang berkunjung ke Tanjung Uma atau berbicara sehari-hari pun sebahagian dari mereka masih saling bertegur sapa dengan menggunakan pantun.

 

Dan uniknya, penggunaan pantun tersebut ternyata tidak hanya digunakan oleh etnis Melayu saja melainkan semua etnis yang mendiami Tanjung Uma. Menarik bukan ? Maka tak heran, jika kelurahan Tanjung Uma ini menjadi sebuah kawasan yang ditetapkan Pemerintah setempat sebagai cagar budaya di Pulau Batam karena keunikan masyarakatnya yang masih melestarikan budaya asli Indonesia.

 

Sebahagian besar rumah-rumah milik masyarakat Tanjung Uma ini dibangun dengan menggunakan kayu, di salah satu bagian juga terlihat perahu pompong serta peralatan nelayan yang terletak di samping rumah. Sangat khas sekali nuansa daerah nelayan, sebab mayoritas masyarakat di Tanjung Uma ini bermata pencaharian sebagai nelayan dan sebahagian kecil lainnya memilih berdagang. Tanjung Uma terdiri dari 40 RT dan 9 RW yang terletak di setiap wilayahnya, beberapa diantaranya adalah Kampung Nelayan, Tanjung Tritip, Kampung Agas, Taman Mas Kota dan lain-lain. Sebahagian besar dari masyarakat di kampung-kampung tersebut di dominasi oleh etnis Bugis.

 

Seperti halnya di perkampungan yang lainnya, Tanjung Uma juga memiliki sebuah pasar tradisional khas yang menjual berbagai macam bahan makanan pokok, hingga peralatan rumah tangga ala Kampung nelayan. Di saat-saat tertentu seperti perayaan hari besar agama, jumlah pengunjung di pasar ini menjadi lebih ramai dari hari-hari biasanya, bahkan mencapai beberapa kali lipat.

 

Di Pasar Tradisional Tanjung Uma ini juga terdapat banyak pedagang yang menyediakan berbagai hidangan kuliner yang dijual dengan harga yang relatif lebih terjangkau di bandingkan dengan harga-harga hidangan yang terdapat di restaurant ataupun di mall. Keanekaragaman masyarakat Tanjung Uma yang terdiri dari berbagai macam etnis menjadikan kuliner-kuliner tersebut terdiri dari berbagai jenis kuliner sesuai dari daerah khas si pedagang.

 

Di sekitar Tanjung Uma ini juga tersedia berbagai macam fasilitas yang dapat digunakan oleh wisatawan yang berasal dari luar daerah, seperti restaurant, hotel maupun fasilitas-fasilitas lainnya. Bagi Anda yang hobbi melakukan kegiatan fotografi, kawasan Tanjung Uma ini juga bisa menjadi alternatif bagi hobbi Anda untuk membidik kegiatan-kegiatan masyarakat pada lensa kamera Anda.

 

Nuansa eksotisme alam dengan pantainya yang indah, pemukiman-pemukiman tradisional, kegiatan masyarakat di sekitarnya serta perahu Pompong nelayan yang hilir mudik di kawasan pantai dapat menjadi sebuah maha karya fotografi yang eksotis dan unik sebagai koleksi Anda.

[dirilis dari Jalan2.com]

 

 

 

Tanjung Uma, Kampung Tua Tertua di Kota Batam | Redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya