Tekan KDRT, Pemko Beri Pemahaman Kepada Ibu-ibu PKK

Share:

Topik Terkait

Advertisement
Pemprov Kepri

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH cukup menyanyangkan banyaknya terjadi Kasus Kekerasan Rumah Tangga (KDRT). Hal ini ia sampaikan dalam penyuluhan Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) bagi PKK kecamatan , kelurahan dan tokoh masyarakat di Aula SMK Negeri 2 kota Tanjungpinang, pada hari Kamis (27/03).

Adapun yang menjadi narasumber dalam acara tersebut yaitu pemberdayaan perempuan, Dinas Sosial, Kepolisian, Dinas Kesehatan, Dinas Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan Kepri.

Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH mengatakan data yang didapatkan dari pihak kepolisian pada tahun 2013 ini sebanyak 30 kasus KDRT dan Rumah Singgah Tampak Sirih 33 kasus. Sementara RSUD Tanjungpinang hanya empat kasus saja yang ada.

Ia berharap agar tahun 2014 ini jangan terlalu banyak kasus KDRT. “Untuk seluruh ibu-ibu PKK dalam KDRT harus diimbangi. Dan Memang tak menghilangkan pidana tetapi dasar hukum kita berdasarkan pertimbangan,” ujarnya.

Bagi Lis, pidana itu tidak bisa hilang, meski pun dicabut, tetap berdasarkan asas kemanusiaan yang dipertimbangkan.

Ahmad Yani mengatakan sebenarnya KDRT ini seperti fenomena gunung es yang muncul ke permukaan itu sedikit. “Dalam masalah istri tertekan, suami tertekan itu KDRT sering muncul. Tetapi diharapkan dapat dihindari dengan jiwa bersabar. Dengan pertimbangan dan meningkat ibadah,” ujarnya.

Maksud dari acara KDRT ini, Yani memaparkan agar ibu-ibu PKK paham dan mengerti yang dimaksud KDRT ini seperti apa. “Dan jika kalau ada yang melapor KDRT ke kami, kami akan mediasikan dan kami proses usahakan agar jangan sampai ke ranah hukum,” jelasnya.

Setelah dimediasi, Lanjut Yani bila juga tetap ingin ke ranah hukum, maka pihaknya akan damping. “Kenapa data yang ada di pihak kepolisian dan rumah sakit dalam kasus KDRT berbeda, karena data yang di proses tidak sampai ke ranah hukum,” tegasnya.

Berbicara permasalahan ekonomi yang mengakibatkan KDRT itu sedikit dalam data yang diperoleh. “Yang sangat perlu untuk menghindari KDRT ialah pemahaman dan pendekatan agama yang hendak dilakukan oleh setiap keluarga agar terhindar dari KDRT,” ungkapnya. (Akok)

Tekan KDRT, Pemko Beri Pemahaman Kepada Ibu-ibu PKK | Redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya