Terdakwa Kasus Judi Gelper Kembali Disidangkan

Share:

BATAM, SuaraKepri.com – Kasus perjudian dengan perkara gelanggang permainan (gelper) De Zone alias Game Zone, di lokasi Nagoya Hill, kembali disidangkan pada hari Selasa (7/1) di Pengadilan Negeri (PN) Batam. Agenda sidang dengan terdakwa So (17), Safrudin Ratutoli alias Nawi bin Amit dan Hari Honi Fitriani untuk menjalani persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Para terdakwa So dijerat dengan pasal 303 ayat 1 ke 2 KUHP, terdakwa Safrudin Ratuloli alias Nawi bin Amit dijerat pasal 303 ayat 1 ke 2 dan Hari Honi Fitriani alias Indri, kasir pasal 303 ayat 1 ke 1 dan ayat 1 ke 2 KUHP tentang perjudian.

Bertindak sebagai Hakim Ketua Jack Johannis Octavianus, Thomas Tarigan dan Juli sebagai anggota. JPU, Wahyu Soesanto dalam dakwaannya membacakan kronologis kejadian pada gelanggang permainan De Zone melakukan tindak pidana tanpa mendapat izin dengan sengaja menawarkan atau memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk bermain judi atau dengan sengaja.

Kejadian ini terungkap pada hari Minggu, tanggal 13 Agustus 2013 yang lalu, sekitar pukul 20.00 WIb. Turut serta dalam perusahaan untuk itu, dengan tidak peduli apakah untuk menggunakan kesempatan adanya sesuatu syarat atau dipenuhinya sesuatu tata cara.

Wahyu juga mengatakan, pada hari tersebut, saksi Hengky O Sunggu dan Dimas Andhi Cipta masuk ke gelper De Zone dan melakukan permainan mesin dinosaurus dan membeli 50 koin seharga Rp100 ribu. Setelah lama memainkan permainan tersebut ternyata koin milik saksi Hengky naik dan menghasilkan 300 tiket dan ditukarkan dengan tiga unit power bank warna putih.

Setelah itu, tanpa sepengetahuan saksi Hengky, tersangka Safrudin Ratutoli alias Nawi bin Amit menukarkan powerbank ke sebuah toko handphone di lantai I senilai Rp570 ribu dan memberikan uang tersebut kepada saksi dengan potongan 5 persen.

Anggota Kepolisian Polda Kepri berhasil mengukap dan melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Penasehat hukum terdakwa, Megawani rencananya akan mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU. Sebab fakta bahwa pemain (saksi Hengky) menukarkan uang untuk 50 koin, bukan sebagai taruhan melainkan sarana untuk dapat memainkan game. Powerbank yang diterima pemain bukan sebagai pembayaran melainkan hadiah jika mendapatkan 300 poin.

“Dakwaan yang dibacakan oleh JPU sangat berbeda dengan fakta sebenarnya. Bila power bank tersebut dijual oleh pemain Rp570 ribu tidak ada kaitan dengan permainan game mesin. Lagian power bank ditukar di luar area permainan. Kita akan ajukan eksepsi atas dakwaan JPU,” tegas Megawani.

Eksepsi pembelaan para terdakwa ini akan dibacakan oleh Megawani pada Kamis (9/1) dalam sidang lanjutan berikutnya. (Indralis)

Terdakwa Kasus Judi Gelper Kembali Disidangkan | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya