Warga Bintan Utara Akan Mendemo Pertamina Tanjunguban

Share:

TANJUNGUBAN, SuaraKepri.com – Sejumlah organisasi kepemudaan (OKP), organisasi masyarakat (ormas) dan elemen masyarakat lainnya, sudah menyusun kekuatan untuk melakukan unjuk rasa ke Pertamina Tanjunguban. Aksi tersebut merupakan buntut dari pembatasan akses masuk wilayah perusahaan oleh pihak Pertamina Tanjunguban.

“Berdasarkan surat pemberitahuan yang sudah kita layangkan kepada Polres BintanBaca » Doli Boniara : Pilkada Bintan Berlangsung Sukses Dan Hasilkan Pemimpin Pilihan Masyarakat., atas nama lintas OKP dan LSM Bintan Utara, akan mengelar aksi unjuk rasa damai di gerbang Pertamina Tanjunguban, pada Rabu, 2 Oktober 2013,” kata Raja Ali Akbar, koordinator lintas LSM dan ormas Bintan Utara, kepada wartawan.

Sejumlah tuntutan yang akan disampaikan di antaranya, permasalahan pembatasan akses publik yang sampai saat ini belum ada jawaban walaupun sudah beberapa kali dilakukan pertemuan dari manajemen Pertamina. Selain itu menuntut pihak Pertamina Tanjunguban akan memaparkan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar Rp23 miliar per bulan yang diserap oleh Pemprov KepriBaca » Gubernur Kepri Kunker ke Kecamatan Belat. yang sampai saat ini masih di tutupi oleh manajemen Pertamina dan Pemerintah Provinsi Kepri.

“Terbukanya serapan dari PBBKB khusus dari BBMBaca » Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tanjungpinang Minta Pengalihan Premium ke Pertalite Ditunda. hanya kebetulan. Namun saat ditanya serapan PBBKB dari elpiji sampai saat ini pihak pemerintah daerah dan manajemen Pertamina masih bungkam. Kenapa mesti bungkam kalau tidak ada kongkalikong?” tegasnya.

Sementara itu Iwan, Ketua Karang Taruna Bintran Utara, menyebutkan, selain masalah pembatasan akses publik dan pajak, lintas LSM dan OKP juga akan mempertanyakan masalah pembuangan limbah dan program Corporate Social Responsibility (CSR) serta permasalahan lainnya.

“Kali ini, masyarakat yang tergabung dalam lintas OKP dan LSM tidak akan main-main dan jangan dipandang hanya sebatas gertak sambal. Karena masyarakat sudah merasa terusik ketenangannya, akibat kebijakan yang baru diterapkan, serta ketertutupan manajemen Pertamina,” tegasnya.

Kapolres Bintan, AKBP Kristiaji, membenarkan adanya surat pemberitahuan untuk melakukan unjuk rasa oleh lintas OKP dan LSM Bintan Utara terkait sejumlah tuntutan, terutama masalah pembatsan akses publik ke lingkungan Pertamina. “Surat dari lintas OKP dan LSM Bintan Utara sudah masuk ke Polres,” akunya.

Menanggapi aksi tersebut, Kristiaji mengatakan jika menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga selagi dilakukan dengan cara-cara yang santun dan tidak melanggar peraturan dan perundangan yang berlaku. “Kalau mau unjuk rasa, itu sah-sah saja, yang penting tidak anarkis dan pelaksanaanya akan tetap dikawal,” ujarnya.

Warga Bintan Utara Akan Mendemo Pertamina Tanjunguban | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose