Warga Minta Agama Jangan Dijadikan Alat Kampanye, Ini Pilkada Tanjungpinang

0
182

Tanjungpinang, suarakepri.com – Warga Tanjungpinang secara tegas mengingatkan agar di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tanjungpinang tahun 2018 ini, agama tidak dijadikan alat kampanye, baik menarik simpatik maupun menjatuhkan kubu lawan.

Mereka menegaskan bahwa Pilkada Tanjungpinang bukanlah Pilkada Jakarta, dimana para calon kepala daerahnya ada memiliki kepercayaan atau agama berbeda.

Salah satu warga, Wahyu sangat menyayangkan sebelum masuk ke tahapan kampanye, Black Champaign (Kampanye Hitam) telah terjadi di Medsos.

“Untuk kita ketahui, para Paslon kita saat ini berstatus agama yang sama, yakni muslim. Seperti Pak Syahrul berlatar belakang guru atau imam mesjid, Pak Lis Darmansyah juga orang yang taat beribadah. Apalagi Paslon Independen juga muslim, jadi jangan kait-kaitkan Pilkada Tanjungpinang dengan Pilkada Jakarta,” ujar Pemuda Batu 9, Lembah Asri, kepada suarakepri.com, Kamis (11/01).

Ia berharap, para pendukung maupun tim sukses (timses) masing-masing Paslon dapat bersaing secara bijak dan adil untuk memperoleh simpatik dari para pemilih. Persaingan itu dilakukan dengan cara menjual figur Paslon mereka berdasarkan kemampuan, keterampilan hingga menyakinkan amanahnya.

“Bukan dengan cara menjatuhkan dan mencari sisi kelemahan lawan. Sebagaimana kita ketahui, Tanjungpinang ini selalu kondusif, jadi jangan kita rusak dengan cara kotor,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Manto, ia juga berharap latar belakang partai para Paslon jangan dijadikan bahan mencari kesalahan untuk saling menjatuhkan.

Baginya, agama apapun pasti melarang menggunakan cara yang zholim.

“Kita ketahui di Indonesia ini, tidak ada Partai Politik (Parpol) yang bersih, kebanyakan Parpol dirusak oleh oknum-oknum partai yang tidak bertanggung jawab. Cobalah kita lebih fokus kepada menjual figur, bukan sekedar Parpol pengusung maupun pendukung. Bila melakukan black Champaign, sangat kita sayangkan,” ungkapnya.

Penulis : Agus

[sk]

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here