Budidaya Udang Vanamei Jadi Corong Investasi Jangka Panjang, Ketua DPRD Lingga Optimis

  • Share

Lingga, SuaraKepri.com – Pemerintah Kabupaten Lingga sejak dipimpin oleh Bupati Lingga Alias Wello, pemerataan pembangunan dan 4 program unggulan jangka panjang ternyata mampu memberikan konsistensi terhadap wilayah yang geografisnya pesisir.

Hal itu bisa dilihat dari progresivitas pemerintah daerah membuka lapangan pekerjaan dalam bidang budidaya udang disejumlah kecamatan di Kabupaten Lingga, salah satunya udang Vaname.

banner 336x280

Dalam upaya melanjutkan program jangka panjang, Bupati Lingga M. Nizar dan Ketua DPRD Lingga Ahmad Nashirudin sering terlihat mengunjungi sejumlah petakan kerambah, hal ini dilakukan untuk membuktikan jika pemerintah hari ini sangat konsisten dalam dunia usaha kerambah.

Sebelumnya, Ketua DPRD Lingga Ahmad Nashirudin menyatakan perkembangan budibudaya udang vaname di kabupaten setempat semakin mengalami peningkatan. Secara bertahap mulai menunjukkan hasil yang positif dari hasil panen di sejumlah tambak kelompok pembudidayaan ikan (Pokdakan) yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Lingga.

Dia menjelaskan gagasan mantan Bupati Lingga Alias Wello tersebut sangat cocok untuk dikembangkan di kabupaten Lingga.

Ahmad ikut menyaksikan sendiri budidaya ini saat mengikuti acara panen udang vaname di tambak udang yang dikelola oleh kelompok pembudidaya di Desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan, hal itu disampaikan ia pada hari Jumat tanggal 05 Februari tahun lalu.

“Jika ditekuni dan dikelola dengan baik, tentunya akan berdampak pada ekonomi masyarakat. Kami berharap masyarakat optimis dan menekuni budidaya ini,” kata Udin sapaan akrabnya.

Menurut politisi Partai Nasdem ini, budidaya atau pertambakan udang perlu konsisten, komitmen dan optimisme dari para kelompok-kelompok pembudidaya agar dapat maju dan berkembang secara luas hinggamenghasilkan panen yang lebih banyak lagi.

“Juga diperlukan manajemen pengelolaan keuangan yang baik agar dapat terus berkembang lebih luas dan menghasilkan udang yang berkualitas dan kuantitas yang lebih besar lagi. Setiap jual hasil panen harus dapat mengatur hasil jualnya untuk kembali membeli bibit dan kebutuhan lainnya, agar terus berkesinambungan,” ucap dia

DPRD dan Pemda, lanjut dia, mendukung penuh para pembudidaya, apalagi sifatnya yang membangun perekonomian masyarakat.

Menurut mantan jurnalis ini, penjualan atau mendatangkan pembeli dari hasil panen para kelompok pembudidaya, jika ke depan hasil panen dari kelompok pembudidaya meningkat tentunya DPRD Lingga dan Pemda akan mencarikan solusi agar hasil panen dapat terjual dengan harga yang layak dan sesuai.

Tidak menutup kemungkinan Kabupaten Lingga kedepan pada sektor tambak udang Vaname ini bisa menjadi penyuplai udang vaname untuk daerah di Indonesia atau bahkan keluar negeri.

“Lingga memiliki lahan yang sangat luas dan SDM yang luar biasa, hanya saja bagaimana kita berkeinginan dan optimis membangun kampung kita sendiri. Saya menyakini jika ditekuni dengan baik dan mendapatkan dukungan dan bimbingan, udang vaname kedepan bakal jadi sumber penghasilan bagi masyarakat kita,” ujarnya.

Untuk diketahui keunggulan budidaya udang vaname ekstensif adalah teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas tambak yang berdaya dukung rendah, serta menguntungkan dan ramah lingkungan yaitu mengurangi limbah budidaya dengan memanfaatkan sebagian pakan alami.

menurut Udin yang juga mantan jurnalis, selain faktor alam tata letak, air merupakan indikator penting dalam proses budiddaya udang vaname karena seluruh fase hidup udang berada di dalam air. Sumber air yang baik akan menjadikan udang lebih sehat selama proses budidaya.

Menurut Permen KP Nomor 75 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Pembesaran Udang Windu (Penaeus monodon) dan Udang Vaname (Litopenaeus vanamei), kualitas sumber air yang sesuai untuk tambak udang adalah sebagai berikut:

Bahkan lebih jauh, walaupun budidaya udang Vaname tergolong mudah, namun karakteristik udang tersebut juga perlu mendapat perhatian khusus, salah satunya jenis tambak ekstensif harus lah padat tebar yang rendah, sehingga memiliki tingkat produktifitas yang juga rendah.

Akan tetapi, tingkat perawatan yang dilakukan pada tambak ekstensif lebih mudah sehingga risiko udang terkena penyakit lebih rendah. Padat tebar tambak ekstensif umunya berkisar antara 3.000-8.000 ekor/ha.

Sedangkan tambak semi intensif memiliki padat tebar yang lebih tinggi dari tambak ekstensif tetapi tidak terlalu rapat, sekitar 10.000-20.000 ekor/ha.

Tambak intensif biasanya menggunakan kolam tanah langsung, namun dapat juga menggunakan lapisan untuk mengurangi tingkat erosi tanah. Kedalaman kolam tambak juga dibuat lebih dari 1 meter, sehingga udang dapat bergerak bebas. Tambak intensif memiliki padat tebar sekitar 20.000-50.000 ekor/ha.

Tambak super intensif memiliki padat tebar lebih tinggi dari ketiga tambak lainnya, akan tetapi jenis tambak ini membutuhkan biaya yang cukup mahal. Hal tersebut karena oksigen yang dibutuhkan pada tambak lebih banyak sehingga perlu alat supaly oksigen yang cukup banyak. Kedalaman tambak intensif juga harus ditingkatkan menjadi sekitar 2,6 m agar udang tidak terlalu sesak.

Dari semua penjelasan ini, pemerintah paham betul tentang program jangka panjang tersebut agar dapat terus berjalan, hal itu terlihat dari bibit-bibit yang dibagikan oleh pemerintah ke petak-petakan budidaya, sebanyak 2000 ribit selama periode 2021, itu belum termasuk tambak udang di desa resang dan marok.

Udin menyebutkan dari hasil panen ini masyarakat bisa lebih kompak untuk hasil dari panen dan dapat dibelikan entah itu untuk bentuk bibit baru atau perawatan tambak bahkan kebutuhan lainnya.

“Insyaallah pemerintah daerah tidak akan tutup mata dan semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut didaerah Lingga bagian manapun,” jelas Udin beberapa waktu lalu.

Bahkan lagi, dalam satu hari Ketua DPRD Lingga itu pernah menghadiri dua tempat budidaya udang yakni di Singkep Selatan Desa Resang yang memiliki target panen yang sama juga sebanyak 500kg.

“Alhamdulillah pihak desa dan juga masyarakat saling semangat bergotong royong untuk lebih berkembang kedepannya lagi dalam mengelola tambak udang ini,” sebut Udin.

Selain budidaya udang, Kabupaten Lingga juga berpotensi menjadi surganya budidaya crab (kepiting) bakau, tentu potensi-pontensi seperti ini akan di dukung terus baik eksekutif dan legislatif, sebab saat ini Kabupaten Lingga sangat haus investasi.

Tentu dengan program seperti ini, dapat menarik minat investor minimal Koperasi usaha UKM.

“Lingga memiliki potensi untuk pengembangan budidaya ketam (kepiting) bakau dan udang vaname, sebab selain memiliki wilayah pesisir yang terbentang luas juga kaya akan biota lautnya yang dapat dibudidaya dan dikembangkan,” kata Ahmad Nashiruddin pada Selasa (23/3/2021).

Namun, untuk saat ini Ketua DPRD Kabupaten Lingga Ahmad Nashirudin, sangat memuji kelompok kerja budidaya udang vanamei di Desa Sedamai, sebab mampu membuktikan bisa berproses secara mandiri.

Kelompok tersebut merupakan salah satu kelompok pembudidaya yang awal nya dapat bantuan dari pemerintah Kabupaten Lingga pada tahun 2020 lalu, melalui Dinas Perikanan Kabupaten Lingga, karena pandemi Covid-19 yang menerpa pada awal tahun 2020, kelompok ini baru dapat dimulai pengisian bibit diakhir tahun 2020, dan telah panen total pada akhir Februari lalu dengan pencapaian sangat memuaskan.

Bahkan kelompok ini telah dapat menyisihkan hasil panennya untuk membeli bibit dan pakan, hari ini umur bibit yang telah di pesan kembali sudah masuk usia lebih kurang 2 minggu. Tak sampai dua bulan lagi, mereka sudah bisa kembali penen untuk siklus kedua,” katanya

Dengan demikian dari keberhasilan beberapa kelompok tambak pembudidaya di Kabupaten Lingga telah menunjukkan hasil yang positif, untuk itu ia berharap, masyarakat atau kelompok pembudidaya yang telah terjun menggeluti budidaya tambak dapat terus optimis dan berkembang secara mandiri.

“Kami DPRD berharap kepada beberapa kelompok tambak yang telah mendapat bantuan dari pemerintah dan telah panen bisa menyisihkan hasil penennya untuk membeli bibit dan pakan secara mandiri, serta dapat tumbuh berkembang,” pungkasnya.

  • Share