Connect with us

Anambas Gempar, Tokoh Masyarakatnya Dibunuh

Anambas

Anambas Gempar, Tokoh Masyarakatnya Dibunuh

ANAMBAS, SuaraKepri.com – Warga Tarempa, Kepulauan Anambas digegerkan dengan terbunuhnya seorang tokoh masyarakat setempat bernama Siti Nurbaya.

Nenek berusia 72 tahun tersebut ditemukan tewas di kamar tidurnya dengan sejumlah luka tusukan di badannya, Rabu (5/2) dinihari. Diduga, korban yang tinggal Jalan Raden Saleh Tarempa ini dibunuh dengan pisau dapur oleh orang tidak dikenal (OTK).

Dari informasi yang dihimpun, korban ditemukan terkapar dengan posisi kepala menghadap ke kiri, tangan kanan diatas kepala dengan kondisi mulut disumpal dengan kain celemek sehingga tidak bisa berteriak. Kuat dugaan, korban dihabisi karena memergoki pelaku saat melancarkan aksinya. Dari informasi yang didapat, korban selalu bangun pada sepertiga malam untuk melakukan shalat tahajud.

Hingga saat ini petugas kepolisian masih memburu pelaku. Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa satu pucuk pisau dapur yang diduga untuk menghabisi nyawa korban, kain celemek yang digunakan pelaku untuk membekap mulut korban serta rekaman CCTV yang terpasang di rumah korban. Saat ini sejumlah barang bukti masih diamankan di Mapolsek Siantan untuk diadakan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Siantan, AKP.Indra Jaya, belum bisa mengatakan pukul berapa kejadiannya karena saat ini pihaknya masih mengusahakan untuk membaca rekaman CCTV yang gambarnya kurang jelas dan masih menunggu hasil visumnya. Dari rekaman CCTV di rumah korban, pelaku beraksi sendirian namun tidak begitu jelas siapa pelakunya. Karena saat beraksi, pelaku mengenakan penutup wajah.

Kapolsek mengaku menerima laporan tertulis pada pukul 04.30 WIB, oleh cucu korban yakni, Saherin Adha Hadi (15). Namun sebelumnya Abdul Hakim, menantu korban telah melaporkan kepada polisi secara lisan. “Pukul berapa kejadian berlangsung kita belum bisa pastikan. Saat ini kita masih menunggu hasil visum,” kata AKP.Indra Jaya kepada awak media di Mapolsek Siantan.

Indra menuturkan, saat itu Abdul Hakim hendak menunaikan sholat subuh. Ia tidak menghiraukan meski tahu pintu depan kediamannya dalam keadaan terbuka. Namun usai shalat, ia bertanya kepada istrinya yakni Icha, mengapa pintu depan dalam keadaan terbuka. Icha menjawab tidak tahu.

Kemudian Icha pun mulai untuk mengamati keadaan di sekitar rumahnya dan keadaan orang tuanya di kamarnya. Alangkah terkejutnya, ketika ia melihat orang tuanya sudah tewas terkapar bersimbah darah di atas kasur dengan sejumlah luka tusukan ditubuhnya dengan posisi telentang, kepala menghadap kekiri serta tangan kanan keatas, mulut dibekap dengan kain celemek.

“Korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Di tubuhnya terdapat beberapa luka tusukan serta mulut masih dibekap dengan kain celemek. Dugaan sementara, pelaku tertangkap tangan oleh korban dan melawan sehingga dihabisi. Saat ini kita masih menunggu hasil visum dan rekaman CCTV,” kata Kapolsek menerangkan kronologis kejadian.

Dari hasil olah TKP, polisi menyimpulkan pelaku masuk kedalam rumah korban dengan cara memanjat tiang PLN yang berada disebelah rumah, kemudian meloncat ke lantai dua. Setelah berada di lantai dua rumah belakang pelaku langsung masuk ke rumah dengan leluasa karena di rumah bagian belakang tidak ada pintunya. Setelah berada di dalam rumah pelaku melancarkan aksinya. Setelah melakukan aksinya membunuh korban, pelaku keluar melalui pintu depan rumah korban.

AKP Indra Jaya belum bisa memastikan apa-apa saja barang yang hilang serta kerugian yang dialami korban. Sebab, pihaknya belum memintai keterangan secara mendalam baik dari keluarga korban maupun saksi lainnya karena masih suasana duka. “Rekaman CCTV sudah kita amankan. Saat ini kita masih mempelajari serta mendalami rekaman tersebut,” paparnya.

“Jika tidak bisa ditangani di Tarempa, hasil rekaman CCTV ini akan kita kirim ke keluar sehingga pelaku bisa kita tangkap. Kami mohon dukungan rekan-rekan,” tukas Kapolsek.

[hk]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Anambas

To Top