Connect with us

Awal Desember Hujan Lebat Melanda, Tanjungpinang Masih Rawan Banjir

Tanjungpinang

Awal Desember Hujan Lebat Melanda, Tanjungpinang Masih Rawan Banjir

Tanjungpinang – Di awal bulan Desember 2016 ini, hujan kembali melanda Tanjungpinang. Hujan ini sebenar berawal di Rabu malam hingga berlangsung hingga Kamis siang. Akibatnya, beberapa daerah kembali digenangi banjir air hujan diberapa titik rawan di Kota Tanjungpinang

Permasalahan banjir di Kota Tanjungpinang saat ini dirasakan semakin mengancam jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Banjir yang melanda kota Gurindam ini pasti terjadi jika turun hujan.

Andri, warga Tanjungpinang menyambut baik langkah Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang dalam menangani masalah banjir dengan membangun infrastruktur. Namun menurutnya, masalah pemeliharaan infrastruktur yang masih minim mengakibatkan banjir masih mengancam jika turun hujan.

”Kami amati, saat ini banyak drainase yang tidak terpelihara dengan baik, terutama drainase dalam kategori yang cukup besar. Banyak terjadi pendangkalan dan untuk mengembalikan ke kondisi normal kembali membutuhkan anggaran yang besar dan peran pemerintah, ini yang masih belum maksimal,” ujar Andri.

Menurut Andri, untuk mengatasi banjir Pemko Tanjungpinang telah membuat beberapa box curver, seperti di Jalan Pemuda, Jalan Arief Rahman Hakim, Jalan Gatot Subroto dan lainnya. Namun semua itu sia-sia karena tidak berfungsi dengan baik, bahkan banjir di daerah yang ada box cuvert banjirnya semakin parah.

Pendangkalan terhadap drainase juga terjadi di Jalan D.I Panjaitan, deretan ruko depan KFC batu 9, sehingga hampir setengah gerbang Perumahan Taman Harapan Indah hampir tenggelam.

Salah pemilik ruko di areal tersebut, Teddy mengatakan bahwa pendangkalan drainase akibat adanya dampak pembangunan yang dilakukan oleh pihak pengembang.

“Sisa tanah dan sampah bangunan itu terbawa ke drainase yang mengakibatkan terjadi pendangkalan. Seharusnya mereka bertanggung jawab dengan membantu pemerintah untuk menggali kembali drainase yang ada agar tidak terjadi pendangkalan,” keluhnya.

[sk]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Tanjungpinang

To Top