Connect with us

Baby Lobster Senilai Rp 37 Milyar Dilepasliarkan di Natuna

Natuna

Baby Lobster Senilai Rp 37 Milyar Dilepasliarkan di Natuna

Natuna, SuaraKepri.com – Sebanyak 245.102 ekor baby lobster senilai 37 Milyar tangkapan Tim F1QR Satgasgab Koarmada 1 akhirnya di lepasliarkan di Kawasan Konservasi Perairan Pulau Senoa Kabupaten Natuna, Rabu (13/03).

Pelepasan baby lobster disaksikan langsung oleh Kepala Pusat BKIPM-KKP, Dr. Reza Priyatna, Kepala Balai KIPM Tanjung Pinang, Ir. Felix Lumban Tobing S.Pi., M.P, Kepala Stasiun KIPM Batam, Anak Agung Gede Eka Susila,S.Pi., M.Sc, Pasintel Lanal Ranai, Mayor Laut (E) Dwi Haryanto, Anggota Balai Karantina Ikan Natuna dan Media.

Kepala Pusat BKIPM-KKP, Dr. Reza Priyatna saat diwawancara awak media menyatakan bahwa dipilihnya Natuna sebagai tempat pelepasan baby lobster karena perairan Natuna khususnya di laut Senoa sangat sesuai untuk baby lobster berkembang biak.

“Di Natuna ada beberapa daerah konservasi seperti di pulau senoa. Kemudian dipilihnya Natuna, karena perairan pulau senoa ini sesuai dengan habitat lobster,” ungkap Reza Priyatna.

Dia juga menjelaskan, dari keseluruhan baby lobster hasil tangkapan Tim F1QR Satgasgab Koarmada 1, tidak semuanya dilepasliarkan kembali.

“Ada sebagian disisihkan untuk kepentingan penyelidikan dan peradilan,” jelasnya.

Harapannya, semoga baby lobster yang telah di lepas tereebut bisa tumbuh dan berkembang biak dengan baik di perairan Natuna.

Sebelumnya pada hari Selasa tanggal 12 Maret 2019 Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Komando Armada (Koarmada) I berhasil menggagalkan penyelundupan sekitar 245.102 ekor baby lobster di Perairan Sugi Batam.

Ratusan ribu baby lobster bernilai Rp 37 miliar itu dimasukkan ke dalam 44 kotak sterofoam coolbox. Rencananya, akan diselundupkan dari Batam ke Singapura menggunakan speed boat.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama (Laksma) TNI Arsyad Abdullah, dalam ekspose di dermaga Mako Lanal Batam mengatakan, penggagalan ini, berkat informasi intelijen di lapangan yang diperoleh terkait adanya informasi penyeludupan baby lobster dari wilayah Batam ke Singapura menggunakan speed boat.

Berdasarkan informasi tersebut Tim F1QR segera melakukan upaya penyekatan dengan membagi sektor. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan terlihatnya speed boat yang melaju kencang di sekitar Perairan Sugi Batam yang mengarah ke Singapura.

Pengejaran segera dilakukan menggunakan dua speed boat mulai dari Perairan Sugi sampai di Perairan Teluk Bakau. Saat pengejaran tim melihat dua buah speed boat panjang kurang lebih 16 m, lebar 3,5 m dengan kecepatan tinggi. Sehingga diputuskan melakukan pengejaran salah satu speed boat tersebut karena kalah kecepatan.

“Pengejaran difokuskan kepada speed boat yang terlihat membawa barang bukti berupa coolbox seterefoam warna putih. Karena merasa terkepung oleh dua speed boat Tim F1QR akhirnya speed boat tersebut menabrakan ke arah area bakau dan kandas pada posisi koordinat 00 derajat 55′ 54″ LU – 103 derajat 47′ 54″ BT, sehingga berhasil diamankan oleh Tim F1QR. Namun awak kapal berhasil lolos dan lari ke daratan,” tutupnya.

Laporan : M. ROZALI

Pelepasan baby lobster di sepanjang perairan Natuna
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Natuna

To Top