by

Minta Bantuan Uluran Tangan, Anak dari Seorang Buruh Serabutan Menghidap Luekemia

Penulis : -Bengkalis-93 views

BENGKALIS, SuaraKepri.com – Berbagai usaha yang telah  dilakukan Ayah dan Ibu yang kehidupannya serba kekurangan untuk mengobati anaknya telah dilakukan. Harta dan benda pun sudah sudah banyak dijual untuk biaya pengobatan Fitria Afriani.

Kini, tidak ada lagi yang dapat dipandang untuk di jual. Sementara, Fitria Afriani harus tetap dirawat.

Fitria Afriani (15) lahir pada 20 April 2006 di Bengkalis merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Ayahnya bernama Efendi dan Ibunya bernama Aslinda, yang berdomisili Jalan Tanjung, RT. 01/RW. 01 Desa Sungai Batang, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

Pada awalnya, Fitria Afriani merasa sakit perut lalu dibawa oleh orang tuanya ke Puskesmas di Pematang Duku, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

Setelah sampai dan tiba di Puskesmas, pihak Puskesmas memberi rujukan ke RSUD Bengkalis, dengan alasan Fitria Afriani dalam kondisi yang kritis.

Lalu, Ayah dan Ibunya membawa ke RSUD Bengkalis. Sesampainya di RSUD Bengkalis, sempat di rawat inap beberapa hari, karena kondisinya makin memprihatinkan, RSUD Bengkalis kemudian memberikan rujukan, agar  Fitria Afriani dibawa ke RSUD Arifin Ahmad di Pekanbaru.

“Karena dari hasil diaknosa pihak RSUD Bengkalis, Fitria Afriani mengidap penyakit kanker darah (leukemia), Kista (komplikasi),” kata Adi seorang paman dari keluarga si pesakit kepada wartawan, Rabu (7/4/2021).

Mendengar kabar itu, Ayah dan Ibunya langsung mengurus segala persyaratan surat-menyurat secara prosedur untuk bekal mereka membawa Fitria Afriani ke RSUD Arifin Ahmad di Pekanbaru.

Setelah sampai di RSUD Arifin Ahmad, sempat menunggu beberapa hari untuk di ambil sampel darah di tulang sumsumnya, mengingat kondisinya sangat melemah dan sangat tidak memungkinkan untuk di ambil sampelnya.

Ayah dan Ibunya mulai merasa cemas dengan kondisi anaknya yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Sementara, darah putih yang ada dalam tubuhnya semakin hari semakin berkurang. Hampir 5 hari sekali darah putih harus di masukan dalam tubuhnya, agar tubuhnya bisa bertahan.

Apabila darah putihnya berkurang, tubuhnya timbul lebam hitam seperti darah menumpuk. Lebih kurang Empat bulan dirawat, kini rambut Fitria Afriani yang mulanya panjang, telah gugur secara perlahan dan saat ini rambut di kepalanya pun sudah tidak ada lagi.

Kendati hati Ayah dan Ibunya sangat sedih, Fitria Afriani masih tetap semangat dan tersenyum menghadapi rasa sakit atas musibah yang di deritanya. Anak seusianya, harus menanggung penyakit yang sangat ganas.

Bulan pertama dan bulan kedua, Ayah dan Ibunya turut mendampinginya. Namun begitu waktu berlalu, bekal dari penjualan harta benda dan sumbangan dari masyarakat pun sudah tak mencukupi lagi.

“Ayahnya pun pulang ke Bengkalis untuk terus mencari nafkah untuk adik dan kakaknya di kampung,” cerita Adi dengan sedih.

Untuk kebutuhan dalam pengobatannya, sekarang ini hanya Ibunya yang merawat. Ayahnya bekerja sebagai buruh serabutan.

Sebelum pandemi Covid-19, Ibunya sempat pergi ke Malaysia untuk bekerja, membantu suaminya mencari nafkah untuk kebutuhan keluarganya, mengingat suaminya hanya sebagai buruh, jangankan untuk menyimpan, untuk kebutuhan hari-hari saja sangat sulit.

Sekarang mereka cuma bisa pasrah, dan terus berusaha dan berdoa, mengharap ada kebesaran dan pertolongan Allah SWT untuk kesembuhan anak tercintanya.

Dan keluarga sangat berharap, sekiranya ada yang bermurah hati untuk membantu meringankan beban mereka dalam kebutuhan pengobatan Fitria Afriani.

Bisa menghubungi langsung keluarga Fitria Afriani, di no telpon : 085291949735 (Ayah) dan
081314085004 (Ibu).

Atau bisa ke nomor rekening : 820-340-8991 atas nama Fitria Afriani.

Comment

Berita Lainnya