by

Terkait PDP Yang Meninggal Dunia, Begini Kata Kadiskes Bengkalis

Penulis : -Bengkalis-53 views

BENGKALIS, suarakepri.com – Soal Orang Dalam Pantauan (ODP) yang meninggal dunia, Gugus tugas Percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Kabupaten Bengkalis, menggelar Konferensi Pers, Rabu,(8/4/20) malam, Pukul 20.00 WIB.

Konferensi Pers itu dilaksanakan di ruang rapat kantor Dinas Kesehatan Bengkalis, Jalan Pertanian, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, dipimpin langsung  oleh Kadiskes Dr. Ersan Saputra, yang didampingi Ketua PN Rudi Ananta Wijaya, SH, MH. Li  dan Kadiskominfotik Johansyah Safri.

Dalam konferensi pres, kadiskes bengkalis Dr. Ersan Saputra mengatakan bahwa pihaknya baru saja selesai melaksanakan pemakaman terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di pemakaman umum, Gang Jawa, Desa Sungai Alam, Kecamatan Bengkalis.

Kadinkes Bengkalis, dr. Ersan saat menggelar konferensi pers.

“Pada saat  proses pemakaman PDP ini telah dilakukan sesuai Standar Perlakuan Pasien COVID-19 dan dibawah Pengawasan Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bengkalis,” jelasnya.

Lebih lanjut Ersan menyampaikan pada hari Selasa tanggal 7 April 2020 sekitar pukul 19.00 WIB, Orang Dalam Penanganan (ODP) atas nama Nizam (69) dirawat di RSUD Bengkalis.

Selanjutnya, pada hari Rabu tanggal 8 April 2020 pukul 11.00 WIB, ODP tersebut dilakukan Rapid Test dengan hasil terkonfirmasi Positif Covid-19 dan telah dikirim sampel Swab dan naik status sebagai PDP.

Namun hasil sampel Swab belum diterima dari jakarta. Bahkan, sampel tersebut masih di Pekanbaru, pada pukul 12.30 WIB, PDP dinyatakan meninggal oleh Team Medis RSUD Bengkalis.

Yang bersangkutan, kita pastikan tidak pernah dari luar daerah ataupun dari luar negeri yang terpapar COVID-19.

“Namun begitu, keluarga almarhum dan perawat tetap dikarantina,” terang Ersan.

Menurutnya, PDP tersebut sebelum meninggal mengalami batuk-batuk dan sesak nafas, dan hasil rongen, pasien tersebut mengalami TBC.

Terkait hal ini, masyarakat tidak perlu panik, karena meski dari hasil Rapid Test terkomfirmasi Positif COVID-19, namun hasil Swab belum kita terima, sehingga hasilnya belum final. Bisa jadi Rapid Test positif tapi Swabnya negatif.

“Artinya kita tunggu sama-sama hasil Swabnya dari Kementrian Kesehatan di Jakarta,” pungkas Ersan mengakhiri.

(Reffi)

Comment

Berita Lainnya