Batam  

11 Sanggar Tari Ikut Parade Tari Tingkat Kota Batam

Wali Kota Batam saat menyerahkan hadiah kepada pemenang Parade Tari tingkat Kota Batam. | Humas

BATAM, SuaraKepri.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam kembali menggelar Parade Tari Daerah Tingkat Kota Batam 2014 di Nagoya Hill, Minggu (27/3). Ajang rutin tahunan ini, diikuti 11 sanggar tari terbaik di Kota Batam.

Kepala Disparbud Kota Batam, Yusfa Hendri mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut pembinaan seni budaya, khususnya sanggar tari di Kota Batam serta ajang seleksi sanggar tari terbaik yang akan mewakili Batam pada Parade Tari tingkat Provinsi Kepri pada bulan Mei 2014 mendatang yang rencananya digelar di Kabupaten Karimun.

banner 336x280

Selanjutnya, pemenang Tari Daerah tingkat Provinsi akan mewakili Kepri pada Parade Tari Nusantara yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat di Jakarta. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai salah satu daya tarik wisata dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Batam.

“Kegiatan parade tari daerah merupakan lomba tari garapan baru yang diangkat dari tradisi adat istiadat setempat. Acara ini juga sebagai ajang silaturahmi para seniman, budayawan dan sanggar yang ada di kota Batam,” ujar Yusfa.

Sementara itu Walikota Batam, Ahmad Dahlan dalam sambutannya sebelum membuka acara tersebut sangat mengapresiasi gelaran perlombaan tari ini. Dahlan berkisah 2 tahun yang lalu Kota Batam terpilih sebagai pemenang tingkat provinsi mewakili Kepri di ajang parade tari nusantara, namun pada tahun berikutnya gelar juara tersebut harus lepas dari Kota Batam.

Untuk itu Dahlan meminta piala bergilir gubernur Kepri bisa kembali ke Kota Batam pada tahun ini dan dapat mewakili Kepri di tingkat nasional.

“Masyarakat Batam merupakan masyarakat yang heterogen dengan berbagai keunikan, etnik dan budaya. Dengan keberagaman budaya tersebut haruslah tetap dipelihara dan dilestarikan dengan berpayung pada budaya melayu sebagai akar budaya Kota Batam pada khususnya dan Kepri pada umumnya,” ujarnya.

Dengan semakin banyak muncul sanggar-sanggar tari, semoga membawa kemajuan bagi pelestarian budaya. Kota Batam tidak hanya memajukan industri tetapi juga khasanah budaya.

“Mari kita terus kembangkan, kita lestarikan nilai-nilai budaya dan tatanan budaya itu berpayung pada budaya melayu,” himbau Dahlan.

Dalam parade tari daerah tahun 2014 ini, penyaji terbaik satu diraih oleh sanggar Medang Sirai, Penyaji terbaik dua dipegang sanggar Sri Setaman dan penyaji terbaik 3 adalah sanggar tari Sri Indra Bupala. Selain piala, ketiga pemenang mendapat hadiah uang pembinaan senilai Rp 5 juta bagi juara pertama, Rp 3,5 juta untuk juara kedua dan juara ketiga mendapatkan Rp 2,5 juta. (Ade/Hms)

[sk]

Comment