Batam, SuaraKepri.com – PDIP mencoret nama kader Partai Golkar Asmin Patros dari daftar bakal calon wali kota Batam 2015-2020, karena tidak mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon kepala daerah yang diadakan PDIP di Jakarta beberapa waktu lalu.
“Asmin hanya ikut separuh tes. Dengan sangat menyesal, saya minta di-diskualifikasi. Otomatis tidak memenuhi syarat untuk menjadi calon dari PDIP,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Kepulauan Riau Soerya Respationo di Batam, Kepri.
Padahal dalam beberapa kali kesempatan Soerya menyebut Asmin Patros sebagai sosok yang paling pas untuk memimpin Batam.
Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan jika nantinya tetap mengusung Asmin dengan cara berkoalisi dengan Partai Golkar. Itu pun bila Asmin Patros diusung Partai Golkar.
“Nanti sebelum dipasangkan, pasti kami akan dipanggil dan bicarakan dengan Asmin. Yang jelas, mekanismenya, kalau Golkar menawarkan Asmin dengan calon PDIP, harus dibicarakan dengan DPP,” kata dia.
PDIP mempercepat waktu ujian dari awal Juni di Batam, menjadi akhir Mei di Jakarta.
Sementara itu, selain Asmin Patros, seluruh bakal calon kepala daerah Provinsi Kepri dan kabupaten di dalamnya sudah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan yang dilaksanakan DPP PDIP di Jakarta.
Soerya menyebutkan calon kepala daerah yang mengikuti uji kepatutan dan kelayakan untuk calon kepala daerah Kepri yaitu dirinya dan dua politisi Partai Golkar Nurdin Basirun dan Ansar Ahmad.
Untuk calon kepala daerah Kota Batam, anggota DPD RI dari Kepri, Ria Saptarika, kader PDIP Sulistiana, politisi Partai Hanura Iwan Krisnawan dan Kepala Kantor Kementerian Agama Batam Zulkifli AK mengikuti tes.
Selain itu, sejumlah calon kepala daerah petahana juga disebutkan mengikuti uji kepatutan dan kelayakan yaitu Wakil Bupati Bintan Khazalik, Wakil Bupati Anambas Abdul Harris, Bupati Natuna Ilyas Sabli dan Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq.
“Sedangkan Bupati Anambas (Kepri), Tengku Muchtaruddin¿ mendaftar dan ikut ‘fit and propert test’ di PDIP untuk Pilkada di Kabupaten Inhu Provinsi Riau,” kata dia.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Asmin Patros membenarkan dirinya tidak bisa mengikuti uji kepatutan dan kelayakan PDIP karena sibuk.
“Memang hari pertama, saya berhalangan karena ada acara yang tidak bisa saya tinggalkan,” kata dia.
Saat tes dilakukan, ia mengaku sedang menghadiri peresmian klenteng di Tanjung Uban Kabupaten Bintan.
Ia mengatakan sudah meminta DPP PDIP untuk memundurkan jadwal ujian, namun ditolak karena banyak calon kepala daerah yang akan mengikuti tes.
“Tidak bisa digeser ke hari kedua. Jangankan terlambat hari, yang terlambat menit saja, tidak bisa masuk,” kata dia.(Antara)
[sk]







Comment