banner 728x250

Tewasnya H Permata, Pria Peranakan Melayu-Bugis, Zuhardi Menuntut Keadilan dan Penegakan HAM

  • Share

Batam, SuaraKepri.com – Usai tragedi penembakan pengusaha perkapalan yang cukup ternama di Kota Batam, Provinsi Kepri, H Permata oleh petugas bea cukai Tembilahan di perairan Sungai Bela Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau, Senin (18/01/21).

Banyak dari reaksi publik yang mengecam aksi oknum BC Tembilaham itu dan disebut-sebut dengan sengaja melesatkan 3 kali tembakan ke arah mantan Ketua Paguyuban Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam hingga nyawanya tidak dapat tertolong lagi.

banner 336x280

Salah satu respon yang mengecam aksi penembakan itu, ialah Zuhardi tokoh masyarakat Kabupaten Lingga yang juga merupakan peranakan Melayu-Bugis.

Ia berpendapat dalam dasar apapun jika itu merupakan kesalahan pasti tidak ada pembenaran dari segi mana pun, namun yang perlu diperhatikan jika sampai menghilangkan nyawa seseorang dengan 3 tembakan didaerah dada itu bukan lah merupakan aksi melumpuhkan lagi melainkan sengaja untuk mematikan.

“Intinya dari kemarin kami masih menunggu hasil dari dasar hukum, apakah ada sangsi hukum atas hilangnya nyawa seseorang itu, jika memang tidak juga ada investigasi terkait hal ini, maka jangan salahkan kita, jika kita dalam hal ini akan melakukan protes keras, karna ini bukan negara sukarela, ini negara hukum,” tegas Zuhardi kepada Suarakepri.com.

Ditambah selama ini, menurut dia sangat kental sekali hubungan dan kepedulian antara Melayu-Bugis apalagi diperkuat oleh Sumpah Melayu-Bugis yang sangat sakral bagi keturunan, selain itu, almarhum H Permata selama ini juga dikenal sebagai sosok yang banyak menghidupi ratusan orang pekerja di Kota Batam, walaupun ditengah kontroversialnya.

“Meski pun kehidupan H Permata banyak lika liku yang seperti banyak diketahui orang, namun dengan meninggalnya H permata sama juga menghilangkan ratusan mata pencaharian masyarakat, apalagi almarhum dikenal sebagai salah satu tokoh yang menghidupkan masyarakat, banyak rakyat miskin yang bergantung hidup dipundak almarhum,” ucapnya.

Untuk itu, ia meminta kepada aparat hukum untuk memproses secara hukum tindakan yang melanggar hak asasi manusia ini, dan jika tanggapan ini tidak juga diindahkan, ia berdalih akan membuat aksi besar-besaran untuk menuntut keadilan.

“Jika tidak ada kejelasan hukum bagi oknum yang melaku kan penembakkan hingga mati dengan mengarah kan 3 peluru di bagian dada. Maka kami tidak ragu ragu akan beramai ramai akan berbondong bondong memintak keadilan, kami menunggu akan kabar keputusan,” pungkasnya.

Diketahui, Almarhum H Permata tewas ditembak pada, Jumat (15/1/2021) pukul 04.00 WIB dini hari, dan saat itu Haji Permata menggunakan High Speed Craft (HSC) atau Speed boat serta diduga membawa rokok tanpa cukai dari Batam menuju Tembilahan.

Penulis : Febrian S.r

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *