banner 728x250

Terpaksa Menolak Operasi, Korban Lakalantas Tuntut Keadilan

  • Share

Tanjungpinang, suarakepri.com – Kurangnya biaya pengobatan, korban kecelakaan lalulintas (lakalantas) terpaksa pulang.

Diketahui sebelumnya, kejadian lakalantas terjadi antara pengendara mobil dan sepeda motor di jalan Indung Suri dekat Perumahan Alamanda, Tanjung Uban pada hari Senin tanggal 06 September 2021, jam 07:00 Wib pagi.

banner 336x280

Menurut keterangan istri korban, pada saat kejadian, suami korban bernama Jimmy Erik sedang menuju kerumah keluarganya dengan menggunakan sepeda motor, dari arah Tanjungpinang menuju Tanjung Uban.

Setibanya di Tanjung Uban, Korban ditabrak dari samping oleh pelaku yang sedang mengendarai sejenis Mobil Honda Brio berwarna putih.

Pada saat kejadian, Korban langsung dibawa ke RS Busung, Bintan, untuk mendapatkan pertolongan pertama. Kemudian korban dirujuk ke RS Angkatan Laut Tanjungpinang pada hari yang sama.

Di rumah sakit tersebut, Korban mendapatkan tindakan operasi tahap pertama dengan menggunakan biaya yang dikeluarkan oleh Jasaraharja sebesar Rp 20 juta.

Namun dana tersebut telah digunakan sebesar Rp 2,4 juta untuk biaya awal di RS Busung Bintan.

Tindakan operasi mengharuskan korban untuk melakukan operasi sebanyak dua kali di RS Angkatan Laut sebesar Rp 21 juta.

Akibat tidak memiliki biaya untuk membayar operasi yang kedua, korban meminta agar segera dipulangkan kerumah pribadinya.

“Seharusnya, saat ini suami saya sudah mendapatkan operasi yang kedua kali, tapi karena saya tidak ada dana dan yang menabrak suami saya juga tidak bertanggung jawab, Jadi saya minta izin untuk menolak operasinya,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari istri korban, korban mengalami patah dibagian lutut sebelah kanan dan menyebabkan tempurung lututnya pecah.

Atas kejadian ini. Korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke Kapolres Bintan. Dan diketahui pelaku penabrakan seorang Mahasiswa di salah satu Universitas Batam.

“Menurutnya (pelaku), ia merupakan mahasiswa di salah satu Universitas Batam, berinisial E (19), Bapaknya seorang kuli bangunan di PT Bay,” ungkapnya.

Sampai saat ini, pihak keluarga masih menuntut agar keluarga pelaku tetap bertanggung jawab kepada suaminya sampai sembuh.

“Saya masih menunggu perkembangan dari pihak kepolisian, dan ingin adanya mediasi, karena dengan kejadian ini. Suami saya sudah dirugikan,” tutupnya.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *