by

Kasus Covid-19 di Lingga Masih Tinggi, Pemkab Lingga Perlu Analisa Klaster Terinfeksi

Penulis : -Lingga-420 views

Lingga, SuaraKepri.com – Kasus aktif covid-19 di Kabupaten Lingga hingga kini masih tinggi, hal itu disebabkan kurangnya kesadaran publik terhadap prokes kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah, (08/06/21).

Untuk itu, pemerintah harus memikirkan solusi yang efektif, seperti mengkatagorikan klaster klaster yang mengalami peningkatan paling tinggi, agar nantinya dapat dilihat dari klaster tertinggi penyebaran covid-19, maka disitu yang harus di benahi.

“Kita percaya pemerintah tidak main-main mengatasi covid-19, namun perlu ada nya distrik katagori klaster mana yang paling tinggi klaster nya, karna ini nanti nya juga membantu pemerintah dalam menangani kasus ini, prokes perlu revolusi tidak hanya tegas, namun perlu cerdas,” kata tokoh pembentukan Kabupaten Lingga Tok Tan.

Ditambah lagi, beberapa kecamatan di Kabupaten Lingga per 7 Juni 2021 masih berstatus zona merah, hal itu tentu mengerikan, mengingat beberapa wilayah zona merah itu masuk dalam wilayah perkantoran Pemkab Lingga.

Berikut kecamatan yang berstatus zona merah, Kecamatan Singkep 30, Kecamatan Lingga 20, Kecamatan Lingga Utara 7, Kecamatan Singkep Pesisir 2, Kecamatan Temiang Pesisir, Kecamatan Kepulauan Posek 1, total dari 5 kecamatan itu mencapai angka 63 kasus aktif.

“Mari lah sama-sama kita atasi covid-19 ini, saling disiplin, di Lingga selama periode covid-19 sudah 10 orang meninggal termasuk pejabat di dalamnya, tentu ini rekor yang buruk, mengingat Kabupaten Lingga merupakan kabupaten/kota yang jauh dari wilayah lainya, tapi penyebaran termasuk paling tinggi,” ucapnya.

Terlihat, Pemerintah Kabupaten Lingga per tanggal 6-7 sudah melakukan vaksinasi dosis pertama 5450 orang termasuk ASN, PTT, THL, sedangkan untuk dosis kedua nya mengalami penurunan sekitar 2001 orang saja yang melakukan suntikan dosis kedua, namun itu juga bukan merupakan kesadaran.

Fakta nya sasaran vaksinasi di Kabupaten Lingga harus mencapai 8360, artinya yang sudah di vaksinasi tidak sampai 100%.

Penulis : Febrian S.r

Comment

Berita Lainnya