Pengawas Perusahaan Kabur, Polemik PT.LUG Butuh Campur Tangan Pemkab Lingga dan Pemrov Kepri

  • Share

Lingga, SuaraKepri.com – Terkait aksi Aliansi Pemuda Peduli Lingga dengan menyegel secara simbolis Mess PT. Lubuk Utama Granit (LUG), perlu campur tangan Pemerintah Kabupaten Lingga dan Pemrov Kepri, Kamis (20/01/22).

Pasalnya dengan sumber daya alam yang diperkirakan memiliki cadangan hingga 50 tahun kedepan, tentu segala perizinan dan hasil bumi harus dapat di rasakan oleh masyarakat setempat serta menyumbangkan pendapatan daerah.

banner 336x280

Sebelumnya diketahui antara masyarakat dan perusahaan sudah melakukan koordinasi, bahkan berdasarkan kesepakatan bersama dari masyarakat dan pihak PT Lubuk Utama Granit (LUG) didapati kesepakatan hal ini demi beroperasinya perusahaan tersebut, sehingga warga setempat dapat terbantu serta dapat merubah perekonomian masyarakat.

Namun dengan perubahan direksi ditubuh PT. LUG, dengan bergesernya Direktur yang lama dan digantikan Direktur baru, kesepakatan awal tersebut terkesan menghilangkan Komitmen hak dan pertanggung jawaban oleh Perusahaan maupun Masyarakat.

Sehingga masyarakat merasa keberatan adanya upaya keputusan sepihak dari PT.LUG membatalkan semua kesepakatan kesepakatan yang telah berjalan termasuk didalamnya terdapat adanya hak dana bantuan per bulan kepada warga sebelum perusahaan beroperasi.

“Kami minta pihak perusahaan dengarkan kemudian laksanakan, Stop kan dulu aktivitas ini, sampai ini bisa jelas terang benderang, kami bukan anti investasi tapi kami tidak mau juga masyarakat disakiti dengan perilaku yang tidak bertanggung jawab,” kata Siswandi korlap 1 aksi demo.

Selain itu, ketika massa mendatangi mess PT. LUG, tidak di dapati satu orang pun direksi maupun penanggung jawab perusahaan, namun yang mewakili perusahaan saat itu adalah pekerja yang merupakan warga setempat.

Menurut pekerja di sana, saat mendengar massa akan datang pada Rabu 19 Januari 2022, yang diduga pengawas perusahaan inisial ZLF kabur ke Dabo, sedangkan Direktur dan Humas PT. LUG dikabarkan berada di Jakarta.

“Kalau untuk pertanyaan yang bapak tanyakan, saya tidak dapat menjawab karna kapasitas saya hanya lah pekerja, tapi apapun bentuk nya nanti akan kami sampaikan ke atas, pengawas pak ZLF tidak ada, karna permasalahan semalam beliau tau, beliau cabut,” kata Asfarizal salah satu pekerja PT. LUG.

Sementara itu, Korlap 2 Yusril Mandala menyayangkan perilaku pengawas perusahaan yang diduga kabur, untuk itu ia meminta sikap profesional pihak perusahaan yang mana harus hadir ditengah-tengah masyarakat serta menyelesaikan permasalah.

“Ow tidak bisa, kami minta Pak Camat Selayar panggil Direktur maupun penanggung jawab, biar bisa menjawab pertanyaan kami biar kongkrit hari ini, kalau hanya Setakat pekerja perusahaan ngapain hadir, jadi kita minta yang berkecimpung bisa berkomunikasi ke atas, siapa hadirkan ke kami, kalau barang ini jelas tentu mereka hadir disini, dan jika barang ini pun jelas kami tidak akan mungkin sampai ke sini,” kata Yusri Mandala merespon pernyataan pekerjaan perusahaan.

Hingga berita ini diterbitkan awak media masih berusaha untuk menghubungi pihak perusahaan untuk meminta klarifikasi terkait permasalahan yang ada, untuk itu Pemerintah Kabupaten Lingga yakni Bupati Lingga harus dapat menyelesaikan persoalan tersebut agar investasi yang berada di kabupaten ini dapat berjalan sehat.

Penulis : Febrian S.r

  • Share