Zuhardi Minta Penegak Hukum Telusuri Kelangkaan BBM Pertalite di Dabo

  • Share
Antrian panjang terjadi di salah satu SPBU Dabo Singkep.

Lingga, SuaraKepri.com – Hari kedua kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bensin jenis pertalite di Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga masih mengisahkan tanda tanya.

Merespon kelangkaan yang terjadi dalam satu malam itu, Ketua Himpunan Melayu Raya, Zuhardi mengecam peristiwa yang menyengsarakan masyarakat seperti ini, pasalnya Kabupaten Lingga memiliki dua penyalur besar yakni SPBU Dabo dan penyalur BBM di Sungai Buluh, namun kendati persoalan kelangkaan bahan bakar tetap terjadi yang mana kelangkaan seperti ini sering terjadi.

banner 336x280

“Saya sangat heran yang seharusnya dengan penambahan penyalur baru di Pulau Dabo ini, kelangkaan tidak musti terjadi, karna secara otomatis kouta BBM jenis bensin pertalite bertambah dan harusnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, kita bisa menduga disini ada praktek penimbunan untuk itu kita minta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kelangkaan ini,” kata Zuhardi kepada SuaraKepri com.

Melihat pernyataan satu hari sebelumnya Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Lingga Yulius, menjelaskan penyebab kelangkaan BBM bensin pertalite tersebut di akibatkan tongkang pengangkut minyak BBM subsidi milik SPBU Dabo sedang mengalami pengantrian di Tanjung Uban.

Jika tongkang milik SPBU Dabo sedang mengantri, maka di mana BBM bensin pertalite milik SPBU yang berada di Sungai Buluh, kenapa banyak dari kios kios tidak menjual BBM mereka kepada masyarakat?, tentu hal itu menurut Zuhardi harus di telusuri oleh pihak Hukum.

“Ini lah tandanya jika Pemerintah Kabupaten Lingga terlalu santai dan lalai dalam menegur para pengusaha, padahal pemerintah merupakan ujung tombak dalam mengamati peredaran BBM se-kabupaten, namun jika kelangkaan ini terkesan kecolongan dari pengawasan maka kami tidak heran,” ujarnya.

Sementara itu, ia meminta dengan tegas dan hormat kepada Kepolisian dalam hal ini Kasat Reskrim dan Kasi Pidum Kejaksaan Negri Lingga untuk menyelidiki apakah di lapangan terjadi penimbunan atau murni karna keterlambatan penyaluran.

“Kita minta agar persoalan ini terang benderang, jika memang ada pelaku nya maka kami minta di proseskan, jika tidak kami minta kejelasan sejelas jelasnya, apa perlu kami rakyat ini yang harus turun juga, dan Kabag Ekonomi Jangan tidur saja, tolong fakta lapangan kelangkaan BBM ini cepat di atasi, jika Bupati Lingga tidak mengambil sikap, maka kami rakyat akan bersuara,” pungkasnya.

Penulis : Febrian S.r

  • Share