Nelayan Bintan Menjerit, Forum Stakeholder Secara Tegas Menolak Pukat Trawl dan Cantrang di Kepri

Bintan, suarakepri.com – Maraknya gangguan aktifitas dari Pukat Trawl dan Cantrang di wilayah Bintan membuat sejumlah stakeholder sepakat membentuk Forum Komunikasi Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Bintan yang menolak beroperasinya Pukat Trawl dan Cantrang di Perairan Kepri khususnya perairan Bintan.

Pernyataan sikap dan penandatanganan penolakan di hadiri oleh LAM Bintan, PERPPAT Bentan, Pemuda Pancasila, Gagak Hitam, Banser, Melayu Raya, FKPPI, PBB, KNTI, HNSI, For Bintan, Karang Taruna, Aspek, sejumlah media lokal dan Pengusaha Ikan yang di fasilitasi langsung oleh DPRD Bintan Hasriawady, S.Ip dan Muhammad Najib di Kedai Kopi Tempayan Kijang, Sabtu (20/08).

banner 336x280

Pada saat forum berlangsung, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Bintan, Musaffa Abbas ditunjuk sebagai nahkoda pergerakan forum karena dianggap sebagai sosok yang dihormati dan mampu mengayomi para pejuang nasib Nelayan.

Dalam kesempatannya, ia menegaskan agar terbentuknya kesepakatan dan kesepahaman seluruh stakeholder pada hari ini jangan ada unsur kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

“Berkumpulnya kita pada hari ini, saya harapkan semua yang hadir memang murni dikarenakan atas kepedulian terhadap para Nelayan dan nasib laut di Bintan, jangan ada yang memanfaatkan kesempatan ini demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” tegas Musaffa.

Ketua Komisi I DPRD Bintan dan Ketua Umum DPP PERPPAT Bentan, Hasriawady, S.Ip alias Gentong menambahkan bahwasanya pembentukan kesepakatan forum ini berdasarkan atas inisiasi bersama dari berbagai stakeholder yang prihatin terhadap nasib para nelayan dan kondisi laut yang ada di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) khususnya daerah kelautan Kabupaten Bintan.

“Kegiatan pada hari ini murni panggilan hati para pemuda-pemudi tempatan yang prihatin dan sudah bosan mengutus perwakilannya untuk memperjuangkan nasib Nelayan ke pemerintah daerah sampai ke pusat, namun jawaban yang diterima selalu angan-angan dan makin menyusahkan para Nelayan,” ungkap Gentong.

Gentong juga mengungkapkan hasil dari pertemuan ini akan terus berlanjut dan diteruskan sampai ke jenjang selanjutnya yang dalam waktu dekat ini akan mempertemukan Forum Komunikasi Ormas bersama Nelayan untuk memenuhi undangan langsung dari Wakil Ketua DPRD Bintan, Hj. Fiven Sumanti, S.Ip.

“Nantinya pada hari Senin pagi, tanggal 22 Agustus 2022, Jam 10.00 WIB, sebagai langkah awal sejumlah perwakilan dari forum akan memenuhi gedung DPRD Bintan untuk menyampaikan aspirasi dan menghadiri undangan langsung dari Fiven Sumanti,” ujar Gentong.

Tambahnya singkat, demi memperjuangkan hak para Nelayan dan demi keberlangsungan penerus anak cucu kami kedepannya, maka dibutuhkan kekompakan serta saling bersatu.

“Melalui forum kesepakatan seluruh stakeholder terkait dengan ini secara tegas menyatakan menolak adanya aktivitas pukat trawl dan cantrang di daerah Kepri, khususnya Bintan,” tegas Gentong.

Dilain sisi, Alirudin selaku Nelayan Bubu Bintan menyatakan sangat mendukung dengan adanya pembentukan Forum Komunikasi Ormas dan OKP se-Kabupaten Bintan yang dianggap telah menjawab sebagian permasalahan para Nelayan selama ini.

“Dengan terbentuknya Forum ini, saya sangat bersyukur sekali dan berterima kasih. Sebelumnya kami para Nelayan sudah sering mengadu kepada pemerintah daerah, namun tidak pernah mendapatkan jawaban. Semoga dengan adanya forum ini dapat menjadi wadah dan tempat kami para Nelayan mengadu keluh kesah,” harap Alirudin.

Comment