Perjuangkan Nasib Nelayan, DPRD Bintan Berjanji Akan Mendorong Aspirasi Nelayan Hingga ke Pemprov

Bintan, suarakepri.com – Melanjutkan hasil tindak lanjut pembentukan Forum Komunikasi Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Bintan yang menolak beroperasinya Pukat Trawl dan Cantrang dari luar daerah di Perairan Kepri khususnya perairan Bintan disambut langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bintan, H. Fiven Sumanti, S.IP dan Ketua Komisi I DPRD Bintan Hasriawady, S.IP alias Gentong, Senin (22/08).

Pada saat aksi masa yang dilakukan oleh sejumlah stakeholder hadir di Gedung DPRD Bintan, Hasriawady atau yang kerap disapa Gentong langsung menyambut kedatangan para aksi dan meminta agar aspirasi yang akan dibawakan oleh masa disampaikan dengan baik.

banner 336x280

“Waktu itu Kami meminta 10 orang perwakilan ormas dab nelayan untuk masuk ke dalam menyampaikan aspirasinya untuk menjaga situasi berjalan dengan aman dan lancar,” kata Gentong.

Mustafa Abbas selaku Koordinator Forum menyampaikan, saat ini ada tiga poin pernyataan sikap pada saat audensi yang dipimpin Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan, Fiven Sumanti di ruang rapat Komisi I DPRD Kabupaten Bintan.

Mustafa Abbas mengatakan, pertama menolak dengan tegas penggunaan pukat trawl dan cantrang atau jaring hela (jaring berkantong) beroperasi di wilayah Kabupaten Bintan. Kedua, mendesak pemerintah daerah untuk segera menerbitkan regulasi pelarangan terhadap penggunaan alat penangkapan ikan pukat trawl dan cantrang atau jaring Hela beroperasi di wilayah Kabupaten Bintan. Ketiga, membentuk satgas pemantauan dan pengawasan penggunaan alat penangkapan ikan.

“Kami tidak mau ada Nelayan dari luar daerah yang menggunakan Pukat Trawl dan Cantrang atau masuk di wilayah perairan Bintan,” ujar Mustafa yang juga Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Bintan.

Menanggapi hal tersebut, pada saat audiensi berlangsung Fiven Sumanti menyampaikan dan berjanji akan memperjuangkan aspirasi Nelayan yang tergabung dalam Forum Perjuangan Pelarangan Api Cantrang dan Pukat Trawl Lintas Ormas dan OKP se-Kabupaten Bintan.

Ia menyampaikan, permasalahan kehadiran pukat Trawl dan Cantrang dari luar daerah sangat mengganggu para Nelayan di Bintan. Maka, sebagai rumah aspirasi masyarakat tentu menjadi keprihatinan yang sedang diderita oleh para nelayan dan keluarganya.

Menurutnya, alat tangkap tersebut sudah jelas mengganggu hingga merusak terumbu karang sebagai rumah atau habitat ikan, sehingga ikan tidak bisa berkembang biak di laut.

Dengan kondisi tersebut, sudah mengurangi penghasilan para nelayan ikan yang menggunakan bubu sebagai alat tangkapnya.

“Pendapatan Nelayan terganggu, sehingga tidak mampu menafkahi keluarganya dan bayar uang sekolah, sehingga menambah utang piutang yang terus dihadapi para nelayan. Oleh karena itu, Kita akan mendorong ke Pemerintah Provinsi Kepri sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat untuk mendapat follow up keinginan para nelayan Bintan. Ini akan diteruskan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meninjau kembali PP Nomor 18 tahun 2021, yaitu berada di Provinsi Kepri,” ungkap Fiven.

Comment