Connect with us

Demi Keselamatan Warga, Dishub Dukung Penuh Kebijakan Lockdown

Lingga

Demi Keselamatan Warga, Dishub Dukung Penuh Kebijakan Lockdown

Lingga, SuaraKepri.com – Terkait diberlakukannya penyetopan (Lock Down) layanan keberangkatan Ferry-ferry semua pelabuhan domistik, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) mendukung keputusan bersama ini, demi keselamatan orang banyak.

“Intinya sebelum kita mengambil langkah lock down, (penyetopan) kami juga tadi telah berkoordinasi dengan provinsi intinya provinsi mendukung dan jika ini dilakukan di Provinsi Kepri, tandanya baru Lingga yang memulai langkah ini,” kata Selamat, usai mengikuti rapat koordinasi, Selasa malam (25/03).

Lanjut dia, setiap keputusan pusat tentu harus diikuti, untuk percepatan penanganan penyebaran corona virus, agar untuk menekan angka suspeck covid-19.

“Agar langkah-langkah yang diambil pemerintah pusat juga di dukung oleh daerah, kemudian tadi kami juga koordinasi dengan pihak syahbandar intinya mereka mendukung dan mengikuti kebijakan Pemerintah Daerah,” terang dia.

Tidak hanya itu, Kapolres Lingga AKBP Boy Herlambang S.ik M.si, menyambut baik kebijakan ini, karena untuk mengurangi dampak virus corona, beberapa hal yang perlu diantisipasi dan difikirkan, terkait sembahyang kubur yang akan dimulai dari tanggal 29 Maret 2020 ini.

“Antisipasi apa dari kita, jika nanti tanggal 24 Maret hingga 27 Maret ini kita sosialisasikan, ini otomatis yang akan pulang sembahyang kubur akan pulang lebih awal berarti kita fokus dan All Out, harus siap untuk thermal gun, disinfektan untuk mengurangi dampak gejala virus ini,” kata Kapolres Lingga.

Tidak hanya itu, jelas Boy sapaan akrab Kapolres Lingga, nanti dalam sosialisasi ini dapat dilibatkan semua pihak, agar tidak menimbulkan gejolak, semua harus bisa menerima, ini wabah sudah internasional jangan menunggu sudah berjatuhan korban baru semua pihak ketakutan.

“Dari pihak kepolisan, TNI dan Pol PP, tadi malam kita sudah gerak, kita membubarkan kerumunan-kerumunan masa, masih ada juga warga kita yang hobi ngumpul, malam ini juga ada yang melaksanakan pesta nikah, tim sudah turun dan memberikan batas waktu,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua ikatan dokter indonesia (IDI) Kabupaten Lingga, Dr. Indra mengatakan saat mendengar pemaparan rapat koordinasi tersebut menurut ia sangat berbahaya jika ratusan orang berkumpul dalam satu tempat, karna itu sangat berdampak tinggi penulaaran corona virus ini.

“Terus terang agak sedikit ngeri, kalau ada rencana masuknya ratusan atau ribuan orang ke Lingga (sembahyang kubur) dan ini menjadi potensi besar untuk terjadinya kasus pertama Covid di Lingga ini,” kata dia.

Lanjut dia, saat ini sampaikan tanggal 22 kemarin, kasus temuan positif di Indonesia baru 514 orang, namun untuk hari ini jam Jam 04.00 WIB tadi, sudah 686 orang tentu perkembangan ini sangat cepat, dengan sampel hampir masuk 2.000.

“Daerah transmisi lokal sangat berbahaya, bukan hanya beban kesehatan menjadi beban daerah juga, itu yang mungkin perlu kita pertimbangkan (bloking area),” imbuhnya.

Berikut kesimpulan dari hasil rapat koordinasi percepatan penanganan corona virus,

a. Operasional kapal ferry diberhentikan selama 14 hari mulai tanggal 28 Maret 2020.

b. Pemkab Lingga akan menyediakan kendaraan taktis jika terdapat situasi darurat yang dibutuhkan.

c. Diperindag Kabupaten Lingga dalam waktu dekat akan melaksanakan operasi pasar terkait ketersediaan sembako.

d. Mulai hari Rabu tanggal 25 Maret 2020 akan dilaksanakan sosialisasi oleh masing – masing camat dan Humas Pemkab Lingga melalui penyebaran spanduk/pamflet/selebaran dan melalui radio RBTM terkait pemberhentian operasional kapal ferry.

e. Sesuai maklumat Kapolri agar tidak mengadakan keramaian yang bersifat mengundang massa.

Penulis : Febrian S.r

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Lingga

To Top