Connect with us

Diduga Tunjangan Jabatan di Potong, Aziz Martindaz Soroti Panitia Pembanguan Masjid Al Hijrah

Lingga

Diduga Tunjangan Jabatan di Potong, Aziz Martindaz Soroti Panitia Pembanguan Masjid Al Hijrah

Lingga, SuaraKepri – Aziz Martindaz wakil ketua DPRD Kabupaten Lingga, menyoroti pembangunan Masjid Al Hijrah di komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Lingga.

Menurut dia, tidak ada yang salah membanguan masjid di area perkantoran, namun ia menyesalkan sikap dan langkah dari penguasa pemerintahan Kabupaten Lingga, yang membiarkan beredarnya kembali daftar list.

“Kita menyesalkan praktek arah kebijakan pembangunan yang tidak memiliki dasar untuk diminta pertanggungjawaban, masih terjadi di Kabupaten Lingga,” kata Aziz Martindaz, Kamis (12/12/19).

Bahkan menurut Aziz, kabarnya hal itu di perintahkan oleh salah satu oknum ASN yang memiliki pengaruh di Kabupaten Lingga, yang diduga sebagai panitia pembangunan Masjid, untuk memotong Tunjangan jabatan dari setingkat Kadis, sampai setingkat terbawah untuk penyelesaian pembangunan Masjid tersebut.

“Banyak sekali pejabat mulai dari kadis sampai ke Kasi mempertanyakan kepada saya selaku Pimpinan DPRD, Apakah tidak ada jalan keluar lain utk menyelesaikan pembangunan Masjid tersebut, misalkan dengan mengalokasikan melalui APBD, sehingga tidak mengganggu dari hak bagi pemilik jabatan dengan memotong pendapatan tunjangan mereka,” tambah dia.

Sebagai anggota dewan yang melakukan tugas pengawasan dari setiap kebijakan pemerintah tentu, kata Aziz menyesalkan langkah-langkah demikian, apalagi menurut dia hal itu terkesan seolah-olah anggota dewan yang memiliki hak Bugejeting tidak mengaminkan.

“Bilamana memang pemerintah daerah (Eksekutif) berniat utuk membangun sarana ibadah melalui dana APBD. Saya berharap hak-hak kawan-kawan ASN jangan diganggu, dengan modus yang memang seolah-olah mereka tidak dipaksakan, padahal mereka merasa terpaksa dengan beredarnya daftar List dari setiap OPD terkait,” ucapnya

Jelas disitu, sambung Aziz terlihat nama-nama orang yang tidak bersedia dipotong tunjangannya, dari situ nanti ada rasa takut dan segan dari mereka untuk mematuhinya, apalagi ini adalah harapan dalam bentuk perintah dari pemangku jabatan yang sangat di segani dipemerintahan Kab. Lingga.

“Sebagai pimpinan DPRD, saya berharap, stop praktek-praktek seperti ini dan kita mendukung pemerintah sepenuhnya untuk mengambil langkah pembangunan sarana ibadah di kantor pemerintah Kab. Lingga melalui dana APBD tentu yang mengacu pada aturan yang membenarkan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Ujarnya.

Tidak hanya itu, ia menjelaskan hal ini sangat tidak baik dan sangat memalukan jika ini dibiarkan dan diketahui oleh masyarakat, apalagi sampai ketelinga masyarakat luar daerah.

Sementara itu, menurut Aziz untuk pembangunan masjid, haruslah belajar dari Pemerintah Kabupaten Bintan yang jauh sebelumnya mampu membangun sarana ibadah Masjid bagi masyarakat, bukan hanya satu masjid bahkan mampu membangun masjid dengan kemegahan di seluruh kecamatan yang ada di kabupaten Bintan.

“Kita mau untuk ini jangan mengganggu hak-hak kehidupan masyarakat terutama kawan-kawan ASN, Siapapun ingin membuat amalan dengan menyumbang tempat ibadah. Namun dengan sistim seperti ini, kita tidak tahu dan dapat menilai, apakah mereka ridho dan ikhlas melakukannya, hanya Allah SWT yang tahu,” imbuhnya.

Penulis : Febrian S.r

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Lingga

To Top