Connect with us

Dikhawatirkan Terjadi Konflik Sosial, Pasca Ditetapkannya Bupati Anambas Sebagai Tersangka

Anambas

Dikhawatirkan Terjadi Konflik Sosial, Pasca Ditetapkannya Bupati Anambas Sebagai Tersangka

ANAMBAS, SuaraKepri – Tokoh masyarakat Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur  khawatir bakal terjadi konflik sosial  pasca ditetapkan Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA),  Abdul Haris,SH sebagai  tersangka. 

Untuk itu diminta kepada pihak Kepolisian Republik Indonesi (Polri) agar dapat menilai semua aspek terkait penetapan tersebut. Apalagi persoalan tersebut diakibatkan oleh penyalahgunaan wewenang, fitnah dan perbuatan tidak menyenangkan yang dilaporkan oleh saudara Mohamad Abdul Rahman dengan Nomor: LP/359/IV/2017 Bareskrim tanggal 06 April 2017 silam. 

Joni Kusnadi,  Tokoh Masyarakat Jemaja mengatakan,  persoalan yang dialami Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris sebagai tersangka jika dikarenakan akibat membela kepentingan masyarakat karena ingin menyelamatkan hutan itu tidak berdasar sebab sejauh ini masyarakat tidak pernah diintervensi atau disuruh oleh bupati agar menolak investasi perkebunan karet di pulau Jemaja dan Jemaja Timur. 

Untuk  itu hingga saat ini masyarakat masih tetap mempertahankan komitmennya  tidak akan menerima perusahaan yang bergerak perkebunan karet, sebab dikhawatirkan ke depan hutan yang ada akan di tebang, untuk mempermudah dalam melakukan penanaman bibit karet. 

“Kami masyarakat tidak pernah diintervensi oleh bupati atas penolakan investasi perkebunan karet di pulau Jemaja dan Jemaja Timur. Semua aspirasi yang kami sampaikan itu adalah murni keinginan masyarakat. Kami yang mendesak bupati agar tidak mendukung perusahaan tersebut,” kata Joni  menghubungi awak media ini, Rabu (25/4).

kekhwatiran  akan terjadi konflik sosial ditengah-tengah masyarakat yang akan timbul tentunya  antara masyarakat  yang mendukung perusahaan dengan masyarakat yang menolak perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan Karet nantinya. 

“Saya khwatir akan terjadi konflik sosial antara masyarakat yang pro dan kontra,” jelasnya.

Joni menguraikan, masyarakat yang mendukung perusahaan tersebut tidak banyak jika dibandingkan dengan yang menolak, dan dapat  diumpamakan antara bumi dan langit. Menurutnya,  saat ini masyarakat sudah mulai resah dan tidak nyaman dengan beredarnya informasi atas penetapan tersangka atas nama Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris dikarenakan membela masyarakat. 

“Kami sudah tidak nyaman dan tenang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Kenapa, karena membela masyarakat Bupati kami ditetapkan sebagai tersangka, itu jelas tidak adil. Jika ingin tangkap, tangkap saja semua masyarakat yang menolak perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan karet itu,” ujarnya. 

Untuk itu Joni sangat berharap kepada pihak penegak hukum agar dapat melindungi dan memberi kenyamanan kepada masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Mestinya Pemerintah memberi penghargaan kepada Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris atas penyelamatan hutan dari kemusnahan bukan malah  diproses hukum. 

Joni juga yakin,  kedepannya tidak akan ada lagi bupati Kepulauan Anambas yang berani membela kepentingan masyarakat ramai baik itu dibidang perkebunan, perikanan, pertambangan dan lain-lainnya, sebab persoalan Abdul Haris ini sebagai pengalaman yang buruk dan itu sangat membahayakan bagi masyarakat. 

Pada prinsipnya, kami masyarakat Jemaja dan Jemaja Timur tidak menolak investasi tapi kami menolak investasi yang bergerak dibidang perkebunan karet yang bakal merambah hutan. Kalau ingin investasi bidang pariwisata kami siap mendukungnya.

Hutan kami ini tidak seluas dibandingkan dengan hutan di daerah lain Indonesia. Pak Presiden Republik Indonesia tolong masyarakat Jemaja dan Jemaja Timur dan selamatkan bupati kami dari persoalan hukum yang di alaminya,” tukasnya.

Sementara itu Bupati KKA Abdul Haris,SH mengaku ikhlas dengan telah ditetapkan dirinya sebagai tersangka, apalagi yang dilakukan tersebut untuk  kepentingan masyarakat dengan menyelamatkan hutannya. 

“Saya sudah ikhlas dengan semuanya yang pasti sebagai warga negara yang baik akan menaati proses hukum yang dilaksanakan,” sampainya.

Haris juga berpesan kepada masyarakat untuk  tidak berbuat hal-hal yangdapat merugikan nanti,”Saya minta tolong warga tetap tenang seperti biasa dan jangan berbuat hal-hal yang merugikan, jalankan aktivitas dengan baik seperti biasa,” ujarnya mengakhiri. (HK)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Anambas

To Top