Connect with us

SuaraKepri.com

Embung Bukit Tumang Jadi Saksi Bupati Lingga Lantik 140 Pejabat, Berikut Ulasannya

Lingga

Embung Bukit Tumang Jadi Saksi Bupati Lingga Lantik 140 Pejabat, Berikut Ulasannya

Lingga, SuaraKepri.com – Bupati Lingga Alias Wello, S.IP sore semalam melantik 140 orang pejabat eselon II, III dan IV oranganisasi perangkat daerah (OPD) di destinasi baru Embung Bukit Tumang, Kelurahan Raye, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Linggga.

“Untuk yang kesekian kalinya, sejak saya menjabat sebagai Bupati Lingga pada tanggal 17 Februari 2016, melantik pejabat di ruang terbuka, tanpa penyejuk ruangan,” kata Bupati Lingga, Alias Wello, Rabu (05/08/20).

Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini akan mengisi kursi atau pejabat tinggi pratama, administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga.

Selain itu, maksud dari prosesi pelantikan yang dilakukan di areal Embung Bukit Tumang itu untuk membangkitkan ingatan para pejabat di jajaran Pemkab Lingga akan sejarah lokasi Embung Bukit Tumang yang pernah menjadi daerah eksploitasi pertambangan timah secara berlebihan.

“Tanpa memperhatikan dampak dan keseimbangan lingkungan. Bisa kita lihat kerusakan alam yang disebabkan pertambangan timah tersebut, menimbulkan malapetaka baru bagi anak cucu kita. Lahan menjadi tandus dan sulit untuk dikembalikan seperti sediakala,” ujarnya Alias Wello.

Namun, berkat kerja keras dan kekompakan yang terjalin selama ini, Awe sapaan akrabnya, akhirnya pemerintah pusat melalui PUPR memoles tanah tandus ini dan merubahnya menjadi destinasi baru di Singkep Barat

“Alhamdulillah, hari ini Pemerintah Pusat baik hati membangun embung di bekas kolong timah ini. Dengan anggaran lebih dari Rp 20 miliar habis untuk membangun embung ini menjadi daerah yang memiliki manfaat bagi daerah dan masyarakat,” ujar Awe

Untuk itu, dengan dilantiknya para pejabat di daerah ini, Alias Wello ingin mengingatkan para pejabat untuk bijak dalam mengambil setiap setiap kebijakan. Kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan keseimbangan lingkungan dan dampak jangka panjang yang ditimbulkannya.

“Saya masih ingat betul, ketika pertama kali melantik Sekda dan 17 Camat serta Lurah di Komplek Makam Merah di Daik, melantik pejabat di lokasi persawahan dan di Pantai Nafau, Singkep Selatan. Pelantikan tersebut bermaksud agar pejabat yang dilantik dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya selalu mengingat kematian,” pungkasnya.

Penulis : Febrian S.r

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Lingga

To Top