Connect with us

Estafet Singkat Deskranada Provinsi Kepri

Advertorial

Estafet Singkat Deskranada Provinsi Kepri

Aisyah Sani Kembali Pimpin Untuk Lima Tahun Kedepan

Aisyah Sani yang sempat menyerahkan kepemimpinan Deskranada kepada Lili Agung Mulyana.

Aisyah Sani yang sempat menyerahkan kepemimpinan Deskranada kepada Lili Agung Mulyana.

Tanjungpinang – Peralihan pucuk pimpinan tertinggi Ketua Umum (Ketum) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepri turut serta sejalan dengan adanya pergantian Kepala Daerah Provinsi Kepri sebelum dan setelah Pilkada Kepri. Estafet singkat Ketua Deskranada pun sempat beralih dikarenakan Penjabat Gubernur Kepri sempat diganti dalam beberapa bulan, antara Hj. Desmalil Agung Mulyana istri dari Pj Agung Mulyana kepada Ir. Hj. Risnawati, MSi istri dari Nuryanto.

Setelah dilantik HM Sani kembali terpilih dan dilantik menjadi Gubernur Kepri, Aisyah Sani kembali memimpin Deskranada Provinsi Kepri untuk 2016-2021 kedepan. Hj. Aisyah Sani sebelumnya juga sempat menyerahkan kepemimpinannya kepada Hj. Desmalil Agung Mulyana, di Kantor Dekranasda Tepi Laut, Tanjungpinang, 9 November 2015 lalu.

Lili Agung Mulyana selaku ketua umum Dekranasda yang sempat menerima mandat mengatakan terimakasih kepada Hj. Aisyah Sani karena begitu banyak prestasi yang telah diraih. Selain itu, Lili juga berharap Dekranas bisa lebih baik dibawah kepemimpinannya.

Sebagai istri pejabat di Kementerian Dalam Negeri, Lili juga sering aktif dan termasuk kepengurusan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat. Ia juga sangat memahami keorganisasian wanita dan banyak juga kegiatan DWP Pusat diturut sertai.

“Tentu kami sangat membutuhkan kerjasama dari semuanya untuk agar Dekranasda ini bisa lebih baik lagi kedepannya,” kata Lili.

Untuk Risnawati, Istri dari Penjabat Gubernur Kepri, Nuryanto juga bukan orang yang jauh dari kegiatan organisasi kwanitaan. Bahkan Risnawati adalah seorang birokrasi yang dipercayai menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana.

Serah terima antara Lili Agung Mulyana kepada Risnawati.

Serah terima antara Lili Agung Mulyana kepada Risnawati.

Ibu dari tiga orang anak dan kelahiran Muara Enim ini, meski dia adalah ASN berpangkat Pembina Utama Muda (IV C), ia juga kerab ikut berorganisasi di DWP dikarenakan suaminya juga adalah seorang pejabat di Kementerian Dalam Negeri.

Riswanti selaku ketua yang menggantikan Hj. Lili mengutarakan jika Hj. Lili bertugas selama 3 bulan, maka dirinya lebih singkat lagi seiring dengan akan dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih padal 13 Februari ini.

“Saya menjabat sebagai ketua deskranasda lebih singkat lagi dibandingkan ibu Lili. Namun buat saya singkat itu bukan kuantitas tapi sebuah kualitas yg lebih kita perhatikan, dan dengan waktu yang singkat ini mudah mudahan kita dapat bersama sama untuk bisa meningkatkan kemajuan di Deskranasda ini,” ujarnya.

Sementara itu, Aisyah Sani yang akan kembali memimpin Deskranada Provinsi Kepri, merasa optimis Kerajinan Kepri akan lebih berkembang dan dan maju lagi. Hal ini, lanjut Aisyah Sani harus mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan terutama Pemprov Kepri yang kembali dipimpin oleh HM Sani.

“Beliau (Sani), berharap kerajinan yang ada di Kepri ini mendapat pembinaan dari Deskranada Kepri agar dapat membantu perekonomian masyarakat . Bahkan Kepri sangat membutuhkan kerajinan yang dapat menjadi cinderamata khusus untuk kebudayaan melayu sesuai landasan Kepri,” ujar Aisyah Sani.

Aisyah Sani Sempat Kembangkan Songket Kepri Motif Tikar

Estafet Singkat Deskranada Provinsi Kepri 4Sebagai Ketua Umum Deskranada Provinsi Kepri, Aisyah Sani sempat mengembangkan kerajinan Songket Kepri Motif Tikar. Songket inipun pernah mendapatkan pujian dari Ketua Umum Deskranada Pusat, IBU Aini Yudoyono saat turut serta dalam pameran Deskranada Nasional.

Sebanyak 20 perempuan mendapat kesempatan belajar menenun khusus untuk songket Kepri motif tikar di Balai Latihan Kerja (BLK) Batu 8 Tanjungpinang. Untuk pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Kepri sengaja mendatangkan instruktur ahli dari daerah lain.Untuk memotivasi para ibu-ibu ini, Ketua Dekranasda Provinsi Kepri, Hj Aisyah Sani didampingi beberapa pengurus Dekranasda meninjau pelatihan tenun pertengahan Oktober 2013 lalu.

Saat itu, Aisyah Sani sempat memberikan motivasi dan beberapa masukan untuk kesempurnaan songket tenun yang mereka buat. Intinya, diingatkan Aisyah Sani, perlu ketekunan dan kesabaran. Ternyata, pelatihan itu merupakan pelatihan lanjutan setelah tahun sebelumnya orang yang sama sudah pernah dilatih.

Untuk kelancaran pelatihan ini, Pemprov Kepri melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak juga mendatangkan alat tenunnya sebanyak 6 unit. Alat tenun ini sendiri harganya lebih Rp 6 juta. Kini, sambil mendapat pelatihan, mereka juga sudah dibentuk koperasi.

Namanya, Koperasi Wanita Tenun Tanjungpinang. Lewat koperasi ini, diharapkan akan menjembatani mereka untuk terus berkembang. Raja Nuraisah, seorang peserta pelatihan mengaku, tidak mudah mempelajari tenun ini. Selain rumit, harus sabar.

Estafet Singkat Deskranada Provinsi Kepri 5Namun, pekerjaan ini kelak akan membantu suaminya mencari duit dengan menenun songket. Aisyah Sani memperhatikan satu persatu songket yang sudah diproduksi peserta pelatihan ini. Saat itu, Aisyah memberi masukan kepada mereka terkait motif dan warna. Motif yang ada harus diperkaya. Bahkan, Aisyah Sani ingin mengajak mereka bekerja sama dengan Dekranasda agar bisa berkembang. Apalagi saat ini, Dekranasda butuh pengrajin. Sebab, motif tikar sedang booming dan permintaan pasar cukup tinggi.

Songket Kepri hendaknya memadukan motif tikar. Sebab, motif tikar sudah sangat terkenal namanya baiksecara lokal di pusat hingga sejumlah negara di Eropa. Saat itu, Aisyah Sani berbincang dengan para peserta sembari memberi bimbingan. Wanita nomor 1 di Kepri ini meminta agar mereka sabar dan tekun belajar. Sebab, hasil kerajinan dari Kepri sangat diminati. Karena itu, butuh banyak pengrajin.

[sk]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Advertorial

To Top