Connect with us

SuaraKepri.com

PIAMAN Community : Gerakan Seribu Untuk Anak Negeri

Suara Kepri

PIAMAN Community : Gerakan Seribu Untuk Anak Negeri

Sebagai Ajang Kegiatan Sosial Dan Edukasi Pelajar

“Gerakan Seribu Untuk Anak Negeri” begitulah kami beri nama gerakan tersebut dalam komunitas Pelajar Intelektual, Mahasiswa dan Anak Negeri (PIAMAN Community) Provinsi Kepri. Piaman Community Kepri sendiri terbentuk pada tanggal 24 Oktober 2009 yang lalu di ibu kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Sementara gerakan kami ini, Gerakan Seribu Untuk Anak Negeri ini kami gaungkan saat pelantikan pengurus DPD Kota Tanjungpinang di Gedung Aisyah pada tanggal 24 Oktober 2010.

Dua pendiri Piaman Community Kepri dan pelopor gerakan seribu untuk anak negeri saat bersama tamu undangan dari Pemko Tanjungpinang.

Dua pendiri Piaman Community Kepri dan pelopor gerakan seribu untuk anak negeri saat bersama tamu undangan dari Pemko Tanjungpinang.

Mungkin banyak kalangan yang bertanya dengan Gerakan Seribu Untuk Anak Negeri ini. Gerakan ini merupakan ajang kegiatan sosial, edukasi dan membentuk tunas bangsa yang siap untuk pemimpin di masa yang akan datang.

Dengan gerakan ini, kami mengumpulkan, menyumbangkan atau berinfak seribu rupiah setiap pekannya dari para sesama pelajar, mahasiswa, pemuda hingga masyarakat. Dengan sumbangan seribu rupiah ini akan dipergunakan oleh para pelajar, mahasiswa hingga pemuda untuk dapat membantu sesama mereka.

Pendidikan tidak akan pernah dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia sebagai makhluk sosial, yang berarti tidak akan mampu hidup tanpa orang lain. Pendidikan pun mempunyai tujuan yang sangat baik, salah satu tujuan pendidikan ialah membentuk manusia berkarakter.

Akan tetapi, untuk meraih tujuan pendidikan secara optimal dibutuhkan beberapa faktor pendukung. Metode pembelajaran adalah salah satu faktor yang dapat mendukung tercapainya keberhasilan pendidikan, khususnya dalam pendidikan formal seperti yang dilakukan di sekolah. Metode ceramah yang didampingi dengan diskusi merupakan metode yang sudah dilakukan dalam proses pembelajaran, penggunaan metode ini memberikan banyak kontribusi positif terhadap hasil belajar siswa.

Begitu pun dengan metode problem solving (pemecahan masalah), karena penggunaan metode ini siswa selaku peserta didik diharapkan tidak hanya mendengar, mencatat, serta menghapal materi pembelajaran, melainkan ikut serta berfikir aktif, berkomunikasi, mencari, mengolah data serta melakukan penyimpulan untuk dibuat solusi terhadap masalah yang terjadi.

Karena kami melihat tingkat perekonomian orang tua para pelajar dan mahasiswa tidaklah sama satu sama lainnya. Ada yang kemampuan ekonomi keluarganya diatas, menengah hingga dibawah. Sehingga dalam mengecap pendidikan, para siswa dan mahasiswa memiliki perbandingan cukup besar antara yang mampu dan tidak mampu.

Sehingga dalam memperoleh pendidikan, siswa dan mahasiswa tidak mampu sering tidak maksimal memperoleh pendidikannya secara formal. Bahkan kesenjangan sosial acap kali terjadi, siswa tidak mampu sering tidak percaya diri atau minder.

 

Piaman Community Kepri saat melakukan tour wisata bersama di kawasan wisata di Lagoi, Bintan.

Piaman Community Kepri saat melakukan tour wisata bersama di kawasan wisata di Lagoi, Bintan.

Segi pembiayaan, siswa dan mahasiswa yang tidak mampu sering ditopang atau dibantu dengan bantuan pemerintah yaitu beasiswa, BSM hingga bantuan l;ainnya. Tetapi bantuan ini belum menutupi kebutuhan siswa yang tidak mampu dalam mengecap pendidikannya. Mereka sering terbentur dari kebutuhan lainnya seperti Lembaran Kerja Siswa (LKS) atau buku tambahan yang sering membebani para siswa. Sementara mahasiswa sering terhambat biaya untuk membuat tugas seperti makalah dan tugas lainnya yang membutuhkan biaya yang cukup signifikan.

Sementara dari segi pakaian, sering terlihat antara siswa yang satu dengan siswa lainnya. Bagi yang mampu mereka dapat bergonta ganti setiap saat dengan pakaian dan perlengkapan sekolah yang memadai.

Untuk siswa tidak mampu harus dapat bertahan dengan pakaiannya ala sekedarnya, bahkan baik pakaian, sepatu dan tas yang dimilikinya harus dapat ia pertahankan selama mengecap pendidikan dasar, menengah, hingga atas.

Meski baju dan celananya telah luntur, sepatu dan tasnya telah compang camping, tetap mereka pertahankan hingga usai menyelesaikan pendidikan mereka. Dari sebagian besar para siswa dan mahasiswa terpaksa atau memaksakan diri mereka untuk bekerja diluar jam sekolahnya untuk membantu orang tua mereka.

Bahkan saat ini begitu dihebohkan adanya ijazah para mantan siswa dari sekolah menengah swasta di Kota Tanjungpinang tertahan karena terutang biaya sekolah. Ini dikarenakan sebagian dari mereka merupakan dari kalangan keluarga yang tidak mampu.

Maka oleh sebab itu Piaman Community Kepri merasa terpanggil untuk membuat “Gerakan Seribu Untuk Anak Negeri” karena berlatar belakang organisasi pelajar yang bergerak dibidang sosial.

Dengan mengumpulkan dan menghimpun seribu rupiah dari berbagai kalangan, dana ini mereka gunakan untuk kegiatan sosial membantu sesama meraka. Selain dapat membantu serta meringankan pemerintah, banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari gerakan ini.

Sebagai Edukasi :

Kenapa kami sebut ini sebagai ajang edukasi atau pendidikan bagi para siswa, mahasiswa hingga pemuda yang ada. Gerakan ini dapat dijadikan pendidikan bagi mereka agar peka terhadap sesama, belajar dalam berorganisasi, mendidik mereka agar amanah dalam menjalankan bantuan yang diberikan.

Peka terhadap sesama yakni mereka yang memiliki sifat peduli akan terpanggil untuk membantu teman mereka sesama pelajar yang tidak. Bantuan itu dapat diberikan berupa buku pelajaran dan perlengkapan sekolah yang dibutuhkan temannya. Selain itu bantuan itu ini dapat digunakan mereka untuk kegiatan positive mereka seperti olahraga, kesenian dan penyuluhan bahaya narkoba.

Karena kami yakin terhadap adik-adik kami ini mereka merupakan para pelajar yang kreatif dan mampu memuncul ide-ide positife dalam mengisi waktu kosong mereka. Disebabkan terbatasnya anggaran yang dimiliki mereka, sehingga kreativitas dan ide tersebut harus mereka kesampingkan.

Belajar dalam berorganisasi adalah gerakan ini merupakan solusi yang paling tepat digunakan. Karena dalam menjalankan gerakan ini mereka sangat membutuhkan kepengurusan yang terorganisir dengan baik. Selain Osis dan BEM, gerakan ini bisa menjadi trend terbaik untuk mempersiapkan mereka menjadi calon-calon pemimpin masa depan bangsa ini.

Mendidik mereka agar amanah dapat kami jelaskan bahwa gerakan ini dapat mereka laksanakan secara transparan dan terbuka terhadap sesama mereka bahkan publik. Dimana jumlah bantuan diperoleh, kepada siapa bantuan itu diberikan hingga jumlah anggaran yang digunakan dapat mereka umumkan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Blogger hingga media cetak dan elektronik yang dapat mereka ajak kerja sama.

Sehingga semua informasi organisasi gerakan dan anggaran tersebut dapat terlihat. Disinilah mereka dapat menjadi sebuah edukasi agar menjadi amanah.

Perayaan Ultah Piaman pertama yang dipenuhi dengan penampilan kreatif para anggotanya, baik bermusik maupun teater drama.

Perayaan Ultah Piaman pertama yang dipenuhi dengan penampilan kreatif para anggotanya, baik bermusik maupun teater drama.

 

Untuk itu, kami sangat mengharapkan restu dan peran pemerintah setempat untuk dapat membantu “Gerakan Seribu Untuk Anak Negeri” ini. Bahkan jika perlu, gerakan ini dapat dijadikan kegiatan ekstrakulikuler para siswa yang ada.

Tut Wuri Handayani, Cerdas Pelajar, Majulah Negeri Ini.

“Indahnya Kebersamaan Dalam Persaudaraan”.

 

[sk]

 

 

Continue Reading
Baca juga berita berikut...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Suara Kepri

To Top