Connect with us

Harga Cabe Hasil Perkebunan Desa Panggak Darat Rp 40 Ribu Perkilonya

Lingga

Harga Cabe Hasil Perkebunan Desa Panggak Darat Rp 40 Ribu Perkilonya

Lingga, SuaraKepri.com – Untuk mensukseskan program pemerintah dalam bidang perkebunan dan pertanian, para petani di Desa Panggak Darat, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, produksi tanaman cabai dengan kualitas bagus.

Salah satu petani sawah, Nusbar, yang juga mengembangkan tanaman cabai bantuan pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan (DPK) Kabupaten Lingga mengatakan, cabai yang saat ini ditanam sangat berkualitas dengan harga murah.

“Alhamdulilah kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah memberikan bantuan berupa bibit dan pupuk untuk kami,” kata Nasbor kepada Suarakepri.com, Rabu (22/01/20).

Selain itu, ia mengaku, awalnya memang program pemerintah memfokuskan lahan ini untuk persawahan, namun pemerintah juga tidak membatasi para petani untuk mengembangkan tanaman, dengan catatan program sawah tetap harus jalan.

“Kami kalau untuk sawah masih menanam sampai hari ini, karna itu program yang harus terus di kembangkan, gabah padi hasil panen kemarin pun masih ada kami simpan,” ujarnya.

Untuk tanaman cabai sendiri, menurut dia sudah tertanam ratusan pokok, sedangkan pasar yang saat ini menjadi fokus petani adalah pasar lokal, ia pun menjelaskan beberapa agen dan penjual cabai juga ada beberapa yang mengambil langsung kelokasi sawah.

“Kalau untuk cabai banyak, mau berapa aja, banyak juga dari penjual yang beli di kami,” ucapnya.

Terkait harga cabai yang dijual oleh petani tersebut, kata Nusbar dibawah harga yang selama ini meroket, harga cabai ini dijual berkisaran 1 Kilogram (Kg) sebesar Rp40 ribudan jika dibandingkan dengan cabai yang ada, harga ini sangat jauh berbeda, apalagi kualitas cabai yang ditanam di sawah Panggak Darat sangat berkualitas.

“Kami jual murah saja, alhamdulilah cabai yang ada di pasar sekarang sebagiannya berasal dari sini, kalau untuk mencukupi kebutuhan cabai di pasar, kami rase cabai ada disini bisa mencukupi kebutan pasar,” jelasnya.

Sementara itu, petani yang mengembangkan tanamannya menjadi beberapa tanaman dan terfokus mengembangkan ketahanan panggan di Lingga, khusus di Desa Panggak Darat sekitar puluhan orang yang terbagai menjadi beberapa kelompok.

Penulis Febrian S.r

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Lingga

To Top