Connect with us

Kapal Ro-Ro Wajib Laksanakan Peraturan SPM dan Utamakan Pelayanan Prima

Bengkalis

Kapal Ro-Ro Wajib Laksanakan Peraturan SPM dan Utamakan Pelayanan Prima

BENGKALIS, suarakepri.com –  Kapal roll on – roll off (Ro-Ro) yang bisa memuat kendaraan yang berjalan masuk kedalam kapal dengan bergerak sendiri, dan merupakan fasilitas masyarakat untuk memperlancarkan ekonomi atau pun keperluan lainnya, Senin (20/4).

Tidak satu pun kapal Roro penyeberangan yang membawa kendaraan baik orang, sepeda motor roda dua dan mobil menggunakan Standar Pelayanan Minimum (SPM) seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 30 tahun 2016.

Pantauan awak media dilapangan, ini sudah lama sekali kebiasaan buruk yang dilakukan oleh hampir semua kapal Roro yang melayani jasa penyeberangan Air Putih Bengkalis ke Sungai Selari Pakning, Kabupaten Bengkalis.

Hal ini yang paling mengesalkan adalah jarak kiri kanan mobil yang di susun oleh crew kapal hanya 30 cm.

Padahal, dalam peraturan menteri jelas di atur jarak depan belakang adalah 30 cm, dan kiri kanan minimal 60 cm.

Sehingga saat ini, setelah mobil di parkir para sopir atau pun pemilik mobil tersebut, tidak bisa keluar dan banyak keluhan dari masyarakat, jika jarak mobil di atur terlalu dempet atau kurang dari 60 cm.

Seharusnya, setelah mobil diparkirkan para sopir masih bisa keluar dari mobil jika jarak yang diatur 60 cm.

Wakil ketua DPRD Bengkalis dan politisi partai PDI Perjuangan Kaderismanto, meminta kepada Kadis perhubungan Bengkalis Djoko Edy Imhar, harus segera mendisiplinkan kapal Roro yang tidak mau mengikuti aturan ini, apalagi yang terjadi setiap harinya.

“Pada keberangkatan kapal Roro dari Bengkalis ke Sungai Selari Pakning atau pun sebaliknya, pengaturan jarak kiri kanan hanya lebih kurang 30 cm,” ujar Kaderismanto.

Sehingga rata rata sopir tidak bisa keluar dan tidak bisa membuka pintu mobil tersebut.

“Jangan sampai nantinya kejadian yang tidak kita inginkan terjadi seperti, Kendaraan menjadi lecet, tenggelam dan kebakaran baru kita mau berdisiplin,” tegas Kade dengan kesal.

Kalau sempat kejadian seperti tenggelam dan kebakaran, penumpang yang tidak bisa turun dari kenderaan mobil, karena pintu tidak bisa dibuka atau di sebabkan jarak kiri kanan hanya 30 cm maka siapa yang bertanggung jawab dengan hal ini.

“Kami minta dengan secara tegas agar seluruh kapal Roro yang mengangkut penumpang dan kendaraan di Bengkalis atau dari Sungai Pakning, agar mematuhi semua aturan pelayaran,” tambahnya.

Jangan mengorbankan masyarakat demi keuntungan saja, harus antisipasi dengan semua kemungkinan buruk yang bisa kapan saja terjadi.

“Semoga kita semua bisa bekerjasama, agar semua rute pelayaran kapal Roro bisa memahami dan yang paling penting mengutamakan pelayanan yang prima,” pungkasnya.

(Sofyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Bengkalis

To Top