Connect with us

Keputusan MKP Tenggelamkan KIA, Kini Pertumbuhan Ekonomi Perikanan Indonesia Naik 300%

Natuna

Keputusan MKP Tenggelamkan KIA, Kini Pertumbuhan Ekonomi Perikanan Indonesia Naik 300%

Natuna, SuaraKepri.com – Ketegasan Menteri Kelautan Perikanan (MKP), Susi Pudjiastuti Astuti dalam memberantas pelaku ilegal fishing di wilayah kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kini mulai berdampak positif bagi Pertumbuhan Perikanan Indonesia.

Terbukti dalam kurun waktu 4 tahun ini, sudah ratusan Kapal Ilegal Asing (KIA) yang ditengelamkan. Hal ini menjadi faktor naiknya ekonomi Indonesia di bidang perikanan.

“Dampaknya, kini hampir 10.000 Kapal (KIA) hilang dari perairan laut kita,” Ucap Susi di pelabuhan SKPT Selat Lampa Natuna. Sabtu, 11 Mei 2019.

“Saat ini sudah tumbuh 300% sektor perikanan kita, sedangkan nilai tukar nelayan kita naik lebih dari 10%,” Tambahnya.

Menurut Susi, untuk menyelesaikan masalah ilegal fishing tidak bisa dengan cara melelang Kapal Pelaku Ilegal Fishing, karena Jika di lelang, maka mereka (Pemilik Kapal Ilegal Fishing) akan berusaha membeli kapal tersebut.

“Bikin kapal itu bisa menghabiskan anggaran 3 milyar, tetapi jika di lelang, kalau ada peluang untuk mereka tebus ya paling 500 juta, bisa mereka ambil lagi,” jelas Susi.

Jadi, kata Susi, dengan menenggelamkan KIA adalah cara terbaik menuntaskan Masalah Ilegal Fishing saat ini.

Menenggelamkan kapal kesannya seram padahal tidak, ini penanganan hukum yang baik, kita tidak ada mencaci maki, tidak saling menyalahkan sesama.

“Dengan cara yang baik kita menyelesaikan persoalan illegal finishing ini, tidak mencaci maki bangsa sendiri,” tambahnya.

Susi juga menjelaskan bahwa, Penenggelaman ini adalah amanah undang-undang.

“Jadi saya minta Bakamla, AL, Polairud, mari kita bahu membahu menjaga laut agar negara kita disegani,” pintanya.

Lanjut Susi, “Hari ini kita akan menenggelamkan 13 KIA asal Vietnam di tiga lokasi, 7 unit Dinatuna, 3 Unit di Belawan dan 3 Unit di Pontianak,”

Penenggelaman KIA ini di saksikan langsung oleh Kedubes dari 3 Negara yaitu, Polandia, Swedia dan Armenia.

Laporan : M. Rozali.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Natuna

To Top