Connect with us

Ketua Hi-Melaya Singkep Kecewa Pemrov Kepri Menganak Tirikan Jembatan Desa Marok Tua

Lingga

Ketua Hi-Melaya Singkep Kecewa Pemrov Kepri Menganak Tirikan Jembatan Desa Marok Tua

Lingga, Suarakepri.com – Batalnya pembangunan jembatan Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, menambah derita dan luka masyarakat Marok Tua, padahal sebelumnya jembatan Anak Tiri tersebut rencanya akan dibangun oleh Provinsi Kepri pada tahun ini, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 1.9 Miliar.

Chimoty ketua Hi-Melaya Kecamatan Singkep, menyatakan kekecewaannya terhadap Pemerintah Provinsi Kepri, yang terkesan menganak tirikan jembatan Desa Marok Tua, dengan membatalkan pembangunannya secara brutal.

“Kalau perlu sebagai Plt Gubernur Kepri turun dong melihat langsung kelapangan kondisi, apakah bermanfaat atau tidaknya jembatan tersebut, jangan seenaknya membatalkan pembangunan tersebut dengan alasan yang kurang rasional,” kata Chimoty kepada Suarakepri.com, Jum’at (01/11).

Jembatan Anak Tiri Desa Marok Tua selama ini merupakan satu-satunya akses aktifitas masyarakat di desa tersebut. Kalau dibatalkan pembangunannya, menurut Chimoty akan menambah daftar penderitaan bagi masyarakat yang selama ini sudah menunggu pembangunan jembatan tersebut secara permanen.

“Bahkan menurut saya ini suatu kebijakan yang tidak merakyat, dari dulu jembatan ini sebagai simbol permainan politik, kami rakyat bukan butuh politik seperti ini, tapi kami ingin bukti nyata kesejahteraan rakyat dengan membangun fasilitas ekonomi,” ujarnya dengan kesal.

Sebagai anak tempatan yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap perkembangan daerahnya, Chimoty berjanji akan mengambil sikap untuk menindak lanjuti pembatalan pembangunan Jembatan Marok Tua.

Bahkan Ia tak segan-segan akan melakukan aksi besar-besaran dengan membawa elemen masyarakat Kabupaten Lingga ke “Gedung Putih” di Dompak, Tanjungpinang.

“InsyaAllah bukan hanya mengomentari di media saja, bahkan kami akan mendatangi Pemprov Kepri dan kami akan berkoordinasi dengan ketua korwil Hi-Melaya Lingga Zuhardi demi membangun kampung halaman kami,” tukas dia.

Sementara itu, Diar ketua Kecamatan Singkep Barat, mendukung dan menyikapi dengan membenarkan kekecewaan tersebut, bahkan ia menegaskan jika masyarakat Desa Marok Tua adalah bagian dari masyarakat Kepri yang tinggal di Kabupaten Lingga.

“Kami mendukung aksi ini, kami juga masyarakat Kepri dan Indonesia, kami juga berhak mendapatkan hak yang sama,” imbuh kekecewaannya.

Penulis : Febrian S.r

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Lingga

To Top