Connect with us

KM. Sidik Karam Dihantam Badai, 6 dari 7 ABK Berhasil Diselamatkan Kapal Guoyuan 28

Natuna

KM. Sidik Karam Dihantam Badai, 6 dari 7 ABK Berhasil Diselamatkan Kapal Guoyuan 28

Natuna – Kapal Asing berbendera China, Guoyuan 28 berhasil menemukan Tujuh Anak Buah Kapal (ABK) KM. Sidik yang mengalami kecelakaan sehingga terombang ambing di Perairan laut Kecamatan Subi, Kabupaten Natuna, Minggu Sore.

Saat ditemukan salah seorang ABK sudah dalam keadaan meninggal dunia.


Setelah mengevakuasi Korban, Nahkhoda Guoyuan 28 langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak Indonesia dan meminta pihak indonesia mengevakuasi korban ke daratan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Mexianus Bekabel menjelaskan, setelah mendapat permintaan medevac dari kapal asing tersebut, SAR Natuna langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan menerjunkan KN. SAR Sasikirana untuk melakukan Evakuasi Korban.


“Setelah selesai mengevakuasi ketujuh Korban ke Kapal SAR, korban langsung di bawa ke Pelabuhan Tanjung Payung, Penagi Ranai. Kemudian kesemua Korban di larikan ke RSUD Kabupaten Natuna untuk mendapatkan perawatan,” ujar Mexi.


Adapun data Korban yang selamat yaitu, Nakhoda Kapal, Porqan (27), kemudian Kru Kapal, Sudarman (38), Alfian (53), Teguh (29) yang nerupakan Warga Kabupaten Mempawah. Kemudian Jamuris (55) warga Tanjung, Kabupaten Natuna, Lendra (33) warga Pontianak. Sedangkan yang meninggal dunia yaitu, Husaini (54) warga Ketapang, Kalimantan Barat.


Kronologis kejadian, Menurut Kepala KPP Natuna, KM. Sidik yang di nahkodai oleh Porqan berangkat dari pelabuhan tanjung, ranai Kabupaten Natuna membawa muatan ikan segar dengan tujuan Mempawah, Kalimantan.

Namun sesampainya di perairan Kecamatan Subi, Kabupaten Natuna, Kapal dihantam badai dan mengalami kebocoran. Sehingga para ABK mencoba menyelamatkan diri degan terjun kelaut.


“Sebelum ditemukan oleh Kapal GUOYUAN 28 para abk ini selama 3 jam terombang ambing dilaut,” ungkap Mexianus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Natuna

To Top