Connect with us

SuaraKepri.com

LSM-LBM Surati Bupati Lingga soal Pemilihan Kepala Daerah tahun 2021

Lingga

LSM-LBM Surati Bupati Lingga soal Pemilihan Kepala Daerah tahun 2021

Lingga, SuaraKepri.com – Lembaga swadaya masyarakat (LSM), laskar bunda melayu (LBM) Kabupaten Lingga menyurati Bupati Lingga terkait pemilihan kepala daerah harus rekomendasi dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga.

Ketua Umum LSM-LBM mengatakan pihaknya meminta pemerintah untuk segera membuat perda tentang seleksi tahapan awal bagi calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lingga kedepannya yang berlandaskan, para calon pemimpin Kabupaten Lingga kedepan harus lah melewati seleksi terlebih dahulu dari LAM Lingga.

“Sebenarnya ini kebijakan pemerintah daerah, rujukannya UU Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah. Kita memiliki hak otonom untuk mengatur lingkup daerah kita ini, asalkan asas Lex superior derogat legi inferior tetap kita jalankan,” kata Hairul diKantor Bupati Lingga, Jum’at (03/05/2019).

Selain itu, ia juge menyampaikan beberapa poin yaitu untuk menjaga kearifan lokal pelestarian dan pengembangan budaya daerah, ia berharap Pemerintah Kabupaten Lingga bisa membuat peraturan daerah tentang LAM Lingga dengan tidak memasukkan unsur politik didalamnya.

Lanjut dia, berdasarkan butir ke 1 (satu), sewajarnya tata kelola dan Pemerintahan Kabupaten Lingga bercirikan kebudayaan melayu dengan membuat perda tentang mekanisme seleksi pencalonan kepala daerah di Kabupaten Lingga melalui Lembaga Adat Melayu.

“Perda yang dimaksud pada butir ke dua setidaknya memuat calon yang ingin menjadi kepala daerah yang diusulkan oleh Partai Politik harus diuji pengetahuannya tentang budaya, hukum, sosial dan cakap dalam memimpin Kabupaten Lingga melalui Lembaga Adat Melayu Kabupaten Lingga,” Ujarnya.

Ia pun meminta, agar setiap nama yang lulus test dari Lembaga Adat Melayu, kemudian bisa diumumkan melalui media online, cetak atau radio, agar diketahui oleh masyarakat.

Sementara itu, ia mekankan Lembaga Adat Melayu berhak mencoret beberapa nama yang diusulkan, jika masyarakat menggangap beberapa nama tersebut tidak layak menjadi kepala daerah.

Kemudia setelah mendapatkan masukan dari masyarakat, baru lah Lembaga Adat Melayu mendaftarkan nama-nama yang di pilih tersebut ke Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Lingga.

“Dalam menjaga profesionalitas dan kredibilitas Lembaga Adat Melayu Kabupaten Lingga, maka kami meminta kepada Bupati Kabupaten Lingga untuk mengantikan pengurus Lembaga Adat Melayu Kabupaten Lingga, yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan digantikan dengan ahli atau warga sipil yang mengerti tentang kebudayaan melayu serta memiliki biogragi secara akademis yang mempuni dalam hal kelembagaan adat melayu, Kabupaten Lingga,” Pintanya.

Untuk itu, dia meminta agar anggota dewan yang terpilih dipemilihan anggota legislatif priode 2019-2024 harus menjadikan usulan LSM-LBM sebagai prioritas untuk menjadikan Kabupaten Lingga, lebih baik dalam memilih pemimpin-pemimpin kedepan.

Penulis : Rian

Continue Reading
Baca juga berita berikut...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Lingga

To Top