Connect with us

Masih Sebatas Isu, PDI Perjuangan Akan Tunggu Pernyataan Dari Rahma

Tanjungpinang

Masih Sebatas Isu, PDI Perjuangan Akan Tunggu Pernyataan Dari Rahma

Lis Tak Takut Dikhianati, Jumaga Nadeak : Bisa Dipecat Dari Partai

Tanjungpinang, suarakepri.com – Hingga saat ini Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) terus menunggu pernyataan Rahma terkait namanya yang dicantumkan sebagai Pasangan Calon (Paslon) dari DPP Gerindra mendampingi Syahrul.

Ikut sertanya Rahma yang notabene merupakan politisi PDI Perjuangan sebagai Calon Wakil Wali Kota (Cawawako) sontak menghebohkan Kota Tanjungpinang.

Karena nama Rahma ini diluar prediksi banyak orang, yang sebelumnya dihebohkan Syahrul akan berpasangan bersama Ade Angga atau Ing. Iskandarsyah.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kota Tanjungpinang, M Syahrial tidak mau begitu ceroboh dan cepat menilai dengan isu yang beredar ini.

“Santai-santai saja, karena sampai hari ini belum ada pengunduran diri Rahma ke partai. Dan belum ada statemen langsung atau pernyataan tertulis bersedia dicalonkan oleh partai lain oleh Rahma,” ujar Iyai, sapaan akrabnya.

Dengan adanya nama Rahma, diusung oleh Partai lain dalam pemilihan Wali Kota (Pilwako), Iyai menilai bahwa politisi PDI P cukup diperhitungkan di Kota Tanjungpinang. Sebelumnya PDI Perjuangan juga merupakan peroleh kursi dan suara terbanyak di Pemilu 2014.

“Kalau partai lain mengusulkan mengusung Rahma yang notabene adalah kader PDI Perjuangan, berarti kader PDI Perjuangan hebat-hebat dong. Terkait surat, itukan rekom dari Gerindra, bukan pernyataan dari Rahma sendiri,” tegasnya.

Iyai sendiri, menganggap ini baru sebatas isu dan belum ada pernyataan langsung dari yang bersangkutan.

“Kalaupun itu benar, PDI Perjuangan punya mekanisme terhadap hal-hal seperti ini,” jelasnya.

Jumaga Nadeak yang merupakan Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepri turut angkat suara terkait hal ini.

“Kalau itu disetujui oleh kader kami (Rahma, red), itu indisipliner namanya, dan sanksi pemecatan adalah yang terberat yang bisa diberlakukan,” ujar Jumaga Nadeak.

Ketua DPRD Kepri ini menyampaikan, semua fungsionaris dan kader partai yang menempati kursi legislatif, memiliki ikatan politik dengan partai, sehingga tidak bisa sesuka hatinya dalam mengambil keputusan.

“Secara resmi kami di DPD provinsi belum terima laporan dari DPC. Saya pikir PDIP dan Golkar komunikasinya sangat cair, begitu juga Pak Ansar dan Pak Soeryo. Agak sulit kayaknya itu (Golkar usung Rahma) bakal terjadi,” jelasnya.

Sementara itu Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah juga menanggapi santai terkait isu. Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepri itu pun ikhlas bila Rahma akan mendampingi Syahrul untuk berhadapan dengannya di Pilwako 2018 ini.

“Jangan takut dikhianati, kita ikhlas saja. Toh setiap orang punya hak untuk mencalonkan dan dicalonkan, hasilnya tetap masyarakat menentukan,” jawabnya bijak.

Penulis : Agus

[sk]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Tanjungpinang

To Top