Connect with us

Ngesti : Bela Negara Cerminan Rasa Cinta Tanah Air

Natuna

Ngesti : Bela Negara Cerminan Rasa Cinta Tanah Air

Natuna, suarakepri.com – Bela negara sebagai hak asasi manusia bangsa indonesia, yang diamanatkan pasal 68 uu nmr 39 thn 1999, tentang ham, yang mengamanatkan agar segenap bangsa indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya, tetap dapat memberikan sumbangsihnya dalam bela negara.

Hal ini disampaikan oleh wakil bupati Natuna Hj. Ngesti Yuni Suprapti pada acara Pembukaan Forum dialog Peningkatan Kesadaran Bela Negara bagi masyarakat wilayah perbatasan yang taja oleh Kemendagri melalui Dirjen Direktorat Bina Idiologi karakter dan wawasan kebangsaan dan Dirjen Politik dan pemerintahan umum, Kamis (07/11) di Aula Natuna Hotel.

Menurut Ngesti, bela negara pada hakikatnya merupakan suatu pandangan yang mencerminkan sikap dan kepribadian bangsa yang memiliki rasa cinta tanah air, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, dan memiliki rasa kebersamaan tanpa kehilangan akar budaya yang telah dimiliki.

“Dengan nasionalisme bisa membangun kecintaan kita terhadap bangsa Indonesia untuk selalu melindungi dan bersatu menjaga bangsa ini agar tidak terpecah oleh akibat berbagai propaganda dan serangan pengikisan nasionalisme yang datang dari dalam maupun luar,” jelasnya.

“Aksi bela negara tidak hanya dengan mengangkat senjata atau peperangan dan bersorak sorai, tapi juga harus dengan tindakan nyata, dimulai dari tindakan kecil seperti melestarikan budaya indonesia, belajar dengan rajin sebagai pelajar yang baik taat pada hukum dan aturan yg berlaku serta meningkatkan rasa nasionalisme kita terhadap NKRI,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Ditjen Polpum Kemendagri, Didi Sudiana, SE., MM mengatakan bahwa, Menjaga keutuhan wilayah adalah tanggung jawab dan kewajiban setiap warga Negara Indonesia dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme warga negara terhadap negaranya.

“Untuk itu sangat penting bagi suatu bangsa yang terhormat untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan rasa nasionalisme setiap warga negara dalam upaya mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” paparnya.

Dalam mengisi kemerdekaan, lanjut Didi, peran strategis masyarakat atau lembaga masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di era globalisasi senantiasa harus diberdayakan untuk mendukung dan memantapkan wawasan kebangsaan dan peningkatan kesadaran bela negara sesuai dengan profesi masing-masing.

Mengakhiri sambutannya, Ia ingin mengajak masyarakat khususnya generasi muda agar membenahi diri, meningkatkan kualitas dan integritas, dan siap berkiprah ditengah-tengah masyarakat, mewarnai berbagai kehidupan bangsa, karena bangsa ini membutuhkan peran dan sumbangsih setiap warga negara dalam membangun bangsa menjadi bangsa yang kuat, mandiri dan bermartabat didunia internasional.

Acara dialog yang berlangsung satu hari ini di hadiri oleh, Dandim 0318/Natuna diwakili Pa. Sandi, Letda. Arm. Herman, DanLanal Ranai diwakili Dan Unit Intel Ranai, Kapt. (E) Saripudin, DanLanud Radent Sadjat diwakili Kasi Binjas, Kapt. Kes. Sholikin, Kapolres Natuna diwakili Kanit Binpolmas, Bripka. Ermika, Sekwan Kab. Natuna, Bukhari, S. STP., M. Ap, Ka. Bakesbangpol Kab.Natuna, Drs. Muhtar Achmad, M. Eng dan Peserta Dialog.

Laporan : M. Rozali

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Natuna

To Top