Connect with us

Peringati Hari Kartini Dilaksanakan P2TP2A Natuna, Siswandi Ajak Peran Aktif Perempuan

Natuna

Peringati Hari Kartini Dilaksanakan P2TP2A Natuna, Siswandi Ajak Peran Aktif Perempuan

NATUNA – Hari ini, 21 April, Indonesia memperingati Hari Kartini. Ia merupakan sosok pahlawan emansipasi Indonesia.

Pemikirannya membuat kaum wanita di Indonesia punya kesempatan dan hak yang sama untuk memperoleh pendidikan dan mewujudkan cita-citanya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Natuna merayakan hari Kartini ke139 tahun, bertema “Dengan Semangat Kartini Kita Sukseskan Peningkatan Kapasitas Politik Perempuan Dalam Upaya Terwujudnya 30% Keterwakilan Perempuan di Lingkungan Kabupaten Natuna”.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kartina Riauwita, menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan pendidikan politik perempuan di kabupaten Natuna, kepada calon legeslatif maupun pada organisasi perempuan adalah bentuk dari tindakan khusus untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di legeslatif kabupaten Natuna.

“Dalam pembangunan diperlukan peran serta perempuan didalam penentuan kebijakan, rendahnya partisipasi perempuan dalam bidang politik erat kaitanya dengan kualitas perempuan yang masih rendah dibandingkan laki-laki,”Kata Kartina, disela acara kegiatan tersebut, di Gedung Sririndit Ranai, Sabtu (21/04).

Selain itu, banyaknya pemahaman bahwa politik bukan urusan perempuan menjadikan politik dunia asing bagi perempuan, pada hal peran serta perempuan sangat diperlukan untuk meningkatkan kwalitas dan kebijakan yang dihasilkan, agar resposif terhadap perempuan dan anak.

Untuk itu, dikatakan Kartina sangat perlukan dilaksanakan pendidikan politik khusus bagi perempuan.

Bupati Natuna, diwakilkan Sekda Natuna Wan Siswandi mengatakan partisispasi perempuan dalam bidang politik di Kabupaten Natuna secara umum bisa diliat dari jumlah anggota legislatif, dimana pada pemilu tahun 2014 hanya satu orang perempuan dari 20 anggota DPRD yang ada.

Dengan kata lain persentase keanggotaan legeslatif sebagai mana yang sudah diamanatkan oleh undang-undang belum dapat terpunuhi dan berdampak pula pada upaya perjuangan peningkatan peran kaum perempuan dalam pembangunan secara keseluruhan.

Untuk itu, Kegiatan pendidikan politik perempuan ini tidak lain bertujuan untuk membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup dan pemenuhan hak perempuan, sekaligus sebagai upaya nyata untuk turut mensukseskan program 3 plus, diantranya : Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, kesenjangan ekonomi) dan plus Akhiri ketertingalan perempuan dalam politik, dengan program pemberdayaan yang telah dilaksanakan melalui berbagai kegiatan yang ada telah diterapkan di masyarakat, sehingga mampu mewujudkan perempuan yang mandiri ekonomi, politik dan sosial.

Siswandi juga menyampaikan bahwa Pemda Natuna terus mendorong berbagai bentuk kegiatan, untuk mewujudkan perempuan yang berkualitas dan terbebas dari berbagi diskriminasi dan tindakan kekerasan melalui pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) Kabupaten Natuna.

Selain itu pemerintah juga akan terus berupaya mewujudkan kemandirian kaum perempuan, melalui berbagai program kerja organisasi perangkat daerah yang ada, dalam berbagai bentuk yang bertujuan untuk meningkatkan industri perumahan, dan berbagai program lainnya yang disesuikan dengan pertimbangan kepentingan kaum perempuan dan anak, tegas Siswandi.

Siswandi berharap melalui kegiatan pendidikan politik perempuan ini bisa bersama membangun komitmen.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua GOW Natuna, Tokoh pendidikan Natuna Hj Urai Nurjanah, Ketua Darma Wanita, Ketua Harian P2TP2A beserta anggota, Narasumber, sejumlah OPD dan peserta pendidikan politik perempuan.

Adapun narasumber yaang diahadirkan dalam kesempatan itu, diantaranya, dari Bakesbangpol dengan materi pemahaman kebangsaan bagi calon legeslatif perempuan.

KPU kabupaten Natuna dengan materi pendidikan politik perempuan dan implementasi 30 persen keterwakilan perempuan di legeslatif.

Panitia pengawas pemilu Natuna dengan materi sistem pemilu tahun 2019 dan kemandirian politik perempuan.

Psikolog Klinis P2TP2A dengan materi meningkatkan kharakter perempuan dalam menghadapi pemilu 2019. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekda Natuna, Wan Siswandi. (Imam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Natuna

To Top