Connect with us

SuaraKepri.com

Plt. Gubernur Kepri, Isdianto Turut Senam Sehat Memperingati Hari Koperasi ke72

Tanjungpinang

Plt. Gubernur Kepri, Isdianto Turut Senam Sehat Memperingati Hari Koperasi ke72

Tanjungpinang – Dalam memperingati hari Koperasi bke-73, Gubernur Kepri, Isdianto berharap antara budaya Melayu Kepri dengan budaya daerah lain atau bahkan negara lain jelas tidak sama.

Namun demikian, katanya, berbeda itu bukan berarti tidak bagus. Sebagai negeri Bunda Tanah Melayu, Kepulauan Riau harus terbuka terhadap budaya asing, namun tetap membentenginya dengan payung budaya Melayu yang dimiliki.

“Di dunia ini tidak ada budaya yang sama, termasuk budaya kita. Kebetulan saat ini kita, Kepulauan Riau, sedang gencar-gencarnya mempromosikan pariwisata Kepri. Harapannya adalah agar banyak turis yang datang. Dan mau atau tidak, mereka datang dengan menbawa budaya dari negaranya. Jelas budaya mereka beda. Namun demikian, saya ingatkan agar kita semua jangan bersikap antipati terhadap mereka,” kata Isdianto saat membuka jalan santai dalam rangka Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-72 Tingkat Provinsi Kepri “Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (Germaskop)” di Halaman Gedung Daerah, Sabtu (27/7)

Isdianto mengajak masyarakat untuk menciptakan suasana aman dan nyaman bagi setiap turis yang datang. Karena memang itulah yang diinginkan turis setiap berkunjung ke sebuah daerah.

“Turis datang ke sebuah negara yang dia cari adalah kenyamanan, keamanan, kulinernya enak dan masyarakatnya ramah. Insya Allah kita memiliki semua itu. Mari kita bahu-membahu untuk itu, jaga persatuan dan kesatuan dan bikin setiap turis yang datang betah. Sehingga dia pulang membawa kesan positif untuk diceritakan ke koleganya nanti,” ujar Isdianto.

Dalam kesempatan ini Plt. Gubernur didampingi istrinya Hj. Rosmeri, Kepala Dispenda Kepri Reni Yusneli, staf khusus Gubernur Herizal Hood dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri Agus Nawarman.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Agus Nawarman mengatakan tujuan memperingati hari Koperasi, agar masyarakat sadar adanya, dimana kapan koperasi itu lahir.

“Sehingga mereka juga sadar, apa tujuan koperasi itu dibentuk, bahkan kini sudah 72 tahun,” ujar Agus.

Lebih lanjut, pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap koperasi yang ada.

“Bahkan banyak koperasi yang fakum dan tidak mengerti untuk membuat laporan keuangan terkait koperasinya. Disini kita akan melakukan pembinaan agar Koperasi di Kepri bisa maju dan sejahtera sesuai dengan tujuannya dibentuk,” tutupnya.

Penulis : Bacan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Tanjungpinang

To Top