Connect with us

ROY DAN TELUNJUKNYA

Opini

ROY DAN TELUNJUKNYA

Oleh. Alel (Ayahlong)

Roy berbaring di atas kursi panjang empuk ruang keluarga, tangan kiri Ia sandarkan di atas kening, Telunjuk kanan mengambil posisi di dalam lubang Hidung kanan sambil terus bergerak – gerak seperti Ulat daun.

Pandangannya terarah ke atas tanpa menghiraukan TV yang terus menyala tanpa penonton. Fikirannya menerawang jauh, memikirkan sesuatu yang besar, melebihi kemampuan berfikir Anak kelas Lima SD.

Ia memikirkan cara memutus penularan wabah Virus COVID-19 yang luar biasa cepat, seperti yang juga di Fikirkan para petinggi Negeri ini. Sesekali Roy mencabut telunjuk Kananya dan memasukkan nya kembali.

“Sudah Aku putuskan,” akhirnya Roy berfikir.

“Aku akan mulai mengurutkan siklus penyebaran Virus, dimulai dari tempat Virus ini ditemukan,” tambah akalnya.

Roy pun mulai memetakan perjalanan Virus COVID-19 dari tempat awal di temukan. Dimulai dari pasar Hewan di Wuhan seperti yang di beritakan di TV, terus menyebar ke Hubei, Zhejiang, Guangdong, Henan, Chongqing, Hunan, Anhui, Hingga tersebar keluar dari Negeri Cina.

Tidak cukup sampai disitu, Roy melanjutkan dengan bagaimana cara Virus ini tersebar.

Sekali lagi Roy melihat ujung telunjuk Kananya lalu mengusap ke sandaran kursi sekali lalu tanpa sadar.

Roy mengutip sumber informasi dari TV yang terus menerus menyiarkan berita tentang COVID-19 tanpa henti, Apa pun Media, atau Merek TVnya, Membuat Roy hafal dengan data dan angka tentang COVID-19.

Berganti posisi tangan Kanan di atas dahi, tangan Kiri berada di lubang Hidung Kiri. “Droplets” gaung suara Roy di dalam kepala, “Cairan dari batuk dan bersin, menyentuh dan jabat tangan” Roy ter kekeh geli, batuk tersedak air liurnya sendiri, membayangkan dibonceng menggunakan sepeda motor tapi jauh – jauhan, Tak ada lagi adegan berpelukan seperti di Film kesukaanya.

“Menyentuh benda atau permukaan dengan Virus di atasnya, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata,” lamunannya.

“ROY” pekik suara gahar menggelegar mengagetkan Roy, seketika itu juga lamunannya bersih tak bersisa, seperi disapu air Bah.

“Makin libur, makin malas Mandi, dari pagi sampai siang hanya tiduran aja. Cepat mandi. JOROK”. “Baik Ayah” Suara Roy Ciut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di topik Opini

To Top